Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Dokter RSUB Kota Malang Obati 12 Warga Penderita Nyeri

Terapi Intensif Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) mengobati 12 pasien penderita nyeri dari beberapa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

Humas RSUB
Bakti sosial di Pain Center Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) Gedung A lantai 2, Sabtu (3/4/2021) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Tim Manajemen Nyeri Rumah Sakit Universitas Brawijaya (UB), Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) mengobati 12 pasien penderita nyeri dari beberapa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Malang.

Acara bakti sosial itu dilakukan di Pain Center Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) Gedung A lantai 2, Sabtu (3/4/2021).

Kegiatan tersebut juga meliputi kegiatan penyuluhan, konsultasi, dan terapi farmakologis dan nonfarmakologis oleh para dokter spesialis anestesi.

Kegiatan bakti sosial itu juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat.

Oleh karena itu, Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) RSUB melibatkan berbagai bidang medis yang dapat memberikan layanan pada pasien secara holistik dan komprehensif.

Selain bertujuan untuk memperkenalkan Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) pada masyarakat, acara yang akan diselenggarakan 12 kali dalam setahun ini diadakan untuk mempererat hubungan antara RSUB, RSSA, dan Puskesmas yang ada di Malang Raya.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk akuntabilitas sosial profesi dokter anestesi dalam bidang pengelolaan nyeri yang banyak diderita oleh masyarakat baik nyeri akut, nyeri kronik dan nyeri kanker melalui fasilitas Pain Center yang ada di RSUB,“ jelas Tim Ahli Pain Center RSUB dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp. An, KMN, FIPP, Minggu (4/4/2021).

 Sebelumnya, RSUB telah melaksanakan Soft Launching Pain Center pada 13 Maret 2021 sekaligus Webinar bagi dokter dan perawat dengan tema “Three in One Pain Management Method” yang disampaikan oleh Willy Halim, MD, Ph. D, FIPP, Dosen Luar Biasa Universitas Brawijaya.

Pain Center RSUB juga telah memiliki Tim Ahli di bidang nyeri antara lain Willy Halim, Ristiawan Muji Laksono, Aswoco Andyk Asmoro, Buyung Hartiyo Laksono, dan Taufiq Agus Siswagama yang telah memiliki kompetensi khusus untuk melakukan tindakan manajemen nyeri.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat teredukasi dan mengetahui waktu yang tepat apabila membutuhkan terapi nyeri. 

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved