Berita Malang Hari Ini

Mahasiswa Asal Afghanistan Jadi Korban Penipuan di Kota Malang, Pelaku Bawa Kabur Yamaha NMax

Mahasiswa asing asal Afghanistan yang kuliah di Kota Malang, menjadi korban penipuan.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: eko darmoko
IST
Motor Yamaha NMax milik korban yang dibawa kabur oleh pelaku penipuan pada Sabtu (3/4/2021). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Mahasiswa asing asal Afghanistan yang kuliah di Kota Malang, menjadi korban penipuan. Pelaku penipuan berhasil membawa kabur sepeda motor Yamaha NMax milik korban.

Dari informasi yang diperoleh SURYAMALANG.COM, kejadian itu terjadi pada Sabtu (3/4/2021) sore, di rumah kos yang terletak di Perumahaan Permata Hijau, Jalan Permata Hijau Blok F No 101, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Korban penipuan, Sayed Momin Hashemi (24), warga negara Afghanistan yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Kota Malang, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

"Awalnya saya menjual sepeda motor milik saya, yaitu Yamaha Nmax warna hitam tahun 2020 nopol L 5371 FX. Motor itu saya jual, dengan cara diposting di website jual beli dan media sosial Facebook. Dalam postingan itu, saya juga mencantumkan nomor kontak Whatsapp. Motor tersebut saya jual seharga Rp 27 juta," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Senin (5/4/2021).

Ia menjelaskan pada Sabtu (3/4/2021) siang, dirinya dihubungi oleh seorang pria melalui Whatsapp. Pria yang tak lain adalah pelaku penipuan itu mengaku, telah melihat postingan korban dan tertarik untuk membeli motor milik korban.

"Melalui percakapan WhatsApp, pria tersebut menawar motor saya seharga Rp 26 juta, dan akan mendatangi rumah kos saya. Untuk melihat dari dekat kondisi motor milik saya itu," terangnya.

Kemudian antara pelaku dan korban setuju. Lalu pada pukul 17.10 WIB, pelaku pun datang ke rumah kos korban.

"Saat datang ke rumah kos saya, pelaku naik mobil mikrolet warna oranye bersama dengan sopir mikroletnya," tambahnya.

Setelah melihat-lihat sebentar kondisi motor, pelaku meminta izin ke korban untuk mencoba motor tersebut keliling komplek perumahaan. Karena merasa telah percaya, korban pun memberikan kunci kontaknya dan mempersilakan pelaku mencoba motornya itu.

Namun setelah ditunggu selama 15 menit, ternyata pelaku tak kunjung kembali ke rumah kos korban.

"Akhirnya saya tanya ke sopir mikrolet, apakah kenal dengan pria yang akan membeli motor saya. Ternyata sopir mikrolet tidak mengenalnya sama sekali. Sopir mikrolet mengaku, baru mengenal pria itu di Terminal Kota Batu dan dijanjikan akan dibayar Rp 250 ribu usai mengantarkannya ke rumah kos saya. Namun ternyata, pelaku belum membayar sama sekali supir mikrolet tersebut," bebernya.

Korban kemudian segera menghubungi nomor kontak milik pelaku. Ternyata nomor kontak milik pelaku sudah tidak aktif.

Merasa telah menjadi korban penipuan, akhirnya korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Lowokwaru.

"Untuk ciri-ciri pelakunya, memiliki tinggi badan sekitar 170 cm, berperawakan kurus dan berusia sekitar 35 tahun. Pelaku mengaku bekerja di Pasar Sayur Kota Batu. Kalau untuk nama pelakunya saya tidak tahu, karena setiap saya menanyakan namanya, pelaku langsung mengalihkan pembicaraan. Semoga pelaku dapat segera tertangkap oleh pihak kepolisian. Dan motor saya dapat kembali dengan utuh," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rokhman mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan. Kami juga telah menurunkan anggota, untuk melakukan olah TKP di lokasi kejadian," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved