Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Pemkab Malang Tak Berikan Bantuan Modal, Begini Tanggapan Seniman

Seniman di Kabupaten Malang tak kaget bila Pemkab Malang tidak menyediakan bantuan modal finasial bagi para pelaku seni untuk pengembangan suatu karya

SURYAMALANG.COM/M Erwin
Kegiatan Musyawarah Seniman Kabupaten Malang di Pendopo Panji Kepanjen pada Senin (5/4/2021). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Seniman di Kabupaten Malang tak kaget bila Pemkab Malang tidak menyediakan bantuan modal finasial bagi para pelaku seni untuk pengembangan suatu karya.

Seniman senior Malang Raya, Maruto Septriono merasa skeptis jika Pemkab Malang punya niat membantu para seniman.

"Biasanya mereka memberi bantuan bila ada push (tekanan) dari luar. Misalnya kalau ada Pekan Seni Jawa Timur atau permintaan dari pusat, baru mereka berbuat," kata Maruto.

Kata Maruto, seniman butuh sebuah wadah atau panggung untuk memaparkan hasil karya. Alhasil, ia erharap seniman memiliki wadah untuk mempresentasikan karya seni.

Maruto menilai, sejauh ini wadah bagi seniman di Malang Raya justru tergusur.

Baca juga: Pemkab Malang Tak Sediakan Bantuan Modal Bagi Seniman

Baca juga: Inilah Janji Bupati Malang Sanusi Kepada Para Seniman

Seniman seni lukis ini bercerita dulu​ ada sebuah gedung musik yang berdiri di Pulosari, Kota Malang. Tempat tersebut sempat menjadi wadah bagi band besar sekaliber God Bless untuk berkarya.

Seiring berjalannya waktu, sebuah kenyataan pahit menggerus panggung seni. Saat ini gedung itu telah alih fungsi menjadi supermarket.

"Dulu ada Taman Indrokilo di​ belakang Museum Brawijaya yang menjadi seniman berkumpul. Namun, saat ini menjadi rumah mewah," ungkap Maruto

Meskipun tidak memiliki wadah, Maruto merasa seniman tidak merasa dikerdilkan.

Kontributor lukisan Imagomundi di Italia ini menyatakan seniman bisa mengadakan pameran dengan ruang lingkup komunitas.

"Kalau Kabupaten Malang justru tidak ada sama sekali. Kalau Kabupaten Malang yang selalu dilihat adalah seni tradisional," ujar pria berambut gondrong itu.

Maruto mengkiaskan seniman seperti dirinya telah berjuang sendirian.

"Saya berpendapat mending tertuju kepada kemandirian yang di-push. Dibantu ya tidak tapi diabaikan seniman itu ada," tegas Maruto.

Menurutnya, kondisi ini membuat seniman sebagai sosok yang apatis dan tidak terpengaruh pada kepentingan apapun.​

"Ada atau tidak bantuan itu dan ada atau tidak ada tempat, ya mereka mengadakan sendiri," tegas Maruto. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved