Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Tarif PDAM Kota Batu Belum Naik, Masih dalam Kajian

Perusahan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto, Kota Batu, tengah melakukan kajian kenaikan tarif. Kenaikan tarif itu akan diprioritaskan

Penulis: Benni Indo | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, BATU – Perusahan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto, Kota Batu, tengah melakukan kajian kenaikan tarif. Kenaikan tarif itu akan diprioritaskan untuk menaikan harga kontribusi PDAM Kota Malang dan PDAM Kabupaten Malang.

Hal tersebut disampaikan Direktur Perumdam Among Tirto, Eddy Sunaedi yang akrab disapa Sokek.

Selama ini, PDAM Kota Malang mengalirkan air dari sumber yang berada di Kota Batu. Termasuk juga sebagian wilayah di Kabupaten Malang. Nilai kontribusi PDAM Kota Malang ke Perumdam Among Tirto sebanyak Rp 90 per meter kubik. Sedangkan PDAM Kabupaten Malang Rp 40 per meter kubik.

“Bahwa di dalam rangka tanggung jawab, pada Maret kemarin kami dipanggil untuk melaporkan pertanggungjawaban sekaligus rencana 2021. Dari hasil laporan itu, kami diberi kewajiban membuat kajian kenaikan tarif, bukan kenaikan tarif. Jadi belum ada kenaikan tarif,” ujar Sokek, Senin (5/4/2021).

Perumdam Among Tirto membuat tim internal. Tim akan melakukan kajian kenaikan tarif yang juga dikonsultasikan ke sejumlah pihak, termasuk Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Surabaya.

“Dan ini prosesnya belum tentu setahun ini bisa diselesaikan. Ini menjadi rencana karena tarif dasar PDAM Kota Batu masih tetap sejak 2002, ketika masih PDAM Kabupaten Malang. Hampir 20 tahun ini belum ada kenaikan tarif. Di situlah kami berkewajiban membuat kajian rencana kenaikan tarif sebagaimana diamanatkan dalam PP No 122 Tahun 2012,” papar Sokek.

Soke mengatakan ada sejumlah opsi yang ia dorong untuk diwujudkan. Pertama adalah kenaikan kontribusi dari PDAM Kota Malang dan PDAM Kabupaten Malang.

Kedua adalah kenaikan kelas pelanggan. Perumdam Among Tirto Batu memiliki empat kelas pelanggan saat ini. Rencananya, akan dinaikkan hingga enam kelas.

“Ini sebuah upaya unsur keadilan bagi masyarakat yang mampu. Sehingga ada unsur keadilan dan sumbangsih kepada masyarakat. Semuanya kembali untuk kepentingan masyarakat. 50 persen keuntungan kami masuk ke PAD,” paparnya.

Peningkatan kenaikan tarif di industri dan niaga juga akan dibuat. Rencananya, akan ada kelas niaga hingga kelas empat. Selama ini hanya ada kelas niaga satu dan dua, juga kelas industri satu dan dua.

“Ini sebuah kajian-kajian yang akan kami serahkan ke eksekutif dan legislatif. Yang memutuskan adalah pemerintah daerah, PDAM hanya sebagai inisiator. Hasil dari kajian kenaikan tarif nanti, kami akan melakukan subsidi silang. Ini pikiran kami untuk memberikan keadilan,” paparnya.

Anggota DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto mengingatkan agar kajian kenaikan tarif mempertimbangkan kondisi masyarakat Kota Batu. Kajian juga harus disertai dengan studi kelayakan agar tepat sasaran.

“Boleh saja naikkan tarif retribusi yang penting harus ada studi kelayakan dan kajian. Serta tidak membebani masyarakat di tegah pandemi ini. Itu suatu hal yang penting dipertimbangkan. Jangan sampai terburu-buru,” tegasnya. 

Ludi juga mengingatkan, pelayanan kepada publik juga harus ditingkatkan seiring adanya kajian kenaikan tarif. Dengan begitu, masyarakat merasa senang karena pelayanannya juga baik.

"Harapannya Perumdam berbenah dengan pelayanan prima. Kemudian masyarakat puas dan berdampak baik bagi pemerintah,” pungkasnya. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved