Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Dede Yusuf Dukung Sekolah Tatap Muka di Kota Malang, 'Guru Harus Selesai Menjalani Vaksin Covid-19'

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka, terutama di Kota Malang.

rifky edgar/suryamalang.com
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka

Setelah setahun lebih kegiatan pembelajaran harus ditunda sementara waktu imbas dari pandemi Covid-19.

Mantan aktor kawakan tersebut memiliki alasan, kenapa dia mendukung sekolah tatap muka segera dilaksanakan.

Karena berdasarkan hasil survey yang dia lakukan, 85 persen wali murid menyetujuinya.

Sedangkan 15 persen menyatakan belum siap.

"Kalau kita perhatikan, satu tahun anak belajar dirumah hasil optimalisasi pelajaran mereka rata-rata tidak belajar serius. Itu survey. Artinya optimalisasi pembelajaran hanya 50 persen lebih banyak main game online. Kuota yang diberikan habisnya ya buat main game," ucapnya disela-sela kunjungannya ke Balaikota Malang, Senin (12/4/2021).

Dede pun memiliki beberapa syarat, ketika sekolah tatap muka nanti jadi diberlakukan kembali, salah satunya ialah tenaga pendidik maupun guru harus selesai menjalani vaksin Covid-19.

Kegiatan pembelajaran nanti harus sesuai dengan protokol kesehatan ketat.

"Ada dua catatan ya, pertama guru harus sudah divaksin, dan wali murid mengizinkannya. Asalkan harus sesuai dengan protokol kesehatan," terangnya.

Dia pun memberikan skema teknis apabila sekolah tatap muka jadi diberlakukan, salah satunya ialah dengan memperbolehkan siswa untuk masuk secara bertahap, mulai dari 15 persen hingga 50 persen siswa yang masuk ke sekolah.

"Minimalnya 15 persen lah. Kalau pun yang masuk sekolah hanya 2-3 orang juga nggak papa. Yang penting sekolah tidak boleh tidak membuka tatap muka," tambahnya.

Meski demikian, Dede memberikan catatan kepada siswa yang memiliki orangtua dengan penyakit bawaan agar tidak memperbolehkan siswanya untuk masuk sekolah.

Karena dikhawatirkan dapat menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

"Nah yang masih kami tekankan adalah harus ada database siswa yang tinggal dengan orang tua yang punya komorbid. Kalau orang tua punya penyakit komorbid, sebaiknya dia jangan sekolah tatap muka. Karena dia nanti keluar masuk ketemu orang tuanya," ucapnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved