Breaking News:

Berita Bondowoso Hari Ini

Dikira Sarang Ular, Ternyata Gua Bondowoso Ini Berisi Tulang, Keris, Tombak

Wasit (43) menemukan kubur bilik peninggalan budaya era megalitikum di Dusun Kecik, Desa Lojajar, Tenggarang, Bondowoso.

SURYAMALANG.COM/Danendra Kusuma
Kubur bilik peninggalan budaya era megalitikum di Dusun Kecik, Desa Lojajar, Tenggarang, Bondowoso. 

SURYAMALANG.COM, BONDOWOSO - Wasit (43) menemukan kubur bilik peninggalan budaya era megalitikum di Dusun Kecik, Desa Lojajar, Tenggarang, Bondowoso.

Kubur bilik itu berada di gundukan batu padas yang diselimuti tanah.

Penemuan kuburan bilik ini bermula saat Wasit membuat saluran air pada Senin (12/4/2021) sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat hendak menggali, dia mendapati lubang berdiameter sekitar 8 cm di permukaan tanah.

"Kemudian saya mengintip lubang tersebut. Secara kasat mata, tampak ada ruangan," kata Wasit kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (13/4/2021).

Karena gelap, Wasit mengambil lampu senter untuk menerangi lubang agar bentuk ruangan itu bisa terlihat jelas.

Setelah dibantu cahaya lampu senter, Wasit terkejut melihat ruangan di dalam lubang itu.

"Bentuknya seperti gua. Saya takut karena mengira bila gua itu adalah sarang ular. Sebab, warga sekitar kerap melihat ular berkeliaran," paparnya.

Namun, rasa penasaran Wasit begitu kuat untuk menelusuri lubang itu.

Lantas, wasit mencoba berkeliling menelusuri keberadaan pintu masuk gua.

"Selang beberapa menit, saya menemukan pintu masuknya. Pintu masuk berada di timur lubang awal. Kondisinya tertutup oleh batu berukuran cukup besar dan berbentuk kotak," ungkapnya.

Lalu Wasit memindahkan batu yang menutupi pintu masuk itu.

Di balik itu, terdapat gua cukup besar yang kemungkinan bisa menampung sekitar enam orang dewasa dengan posisi berjongkok.

"Saya masuk ke gua. Saya menemukan keris, tombak, gerabah, manik-manik, dan tulang di dalam gua. Kondisi keris patah, sedangkan tulang sudah hancur," urainya.

"Sepertinya tulang itu bagian betis dan tengkorak kepala. Tulang-tulang itu saya kubur kembali di tempat pemakaman umum desa. Lalu, saya melaporkan temuan ini ke kepala dusun," terangnya.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved