Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Tempat Hiburan Malam dan Karaoke di Kota Malang Dilarang Buka saat Ramadan, Begini Reaksi Perkahima

Tempat hiburan malam dan karaoke di Kota Malang dilarang buka oleh Wali Kota Malang, Sutiaji saat bulan Ramadan.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: isy
suryamalang.com/ri
Wali Kota Malang Sutiaji 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Tempat hiburan malam dan karaoke di Kota Malang dilarang buka oleh Wali Kota Malang, Sutiaji saat bulan Ramadan.

Larangan tersebut telah tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 14 Tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan di bulan Ramadan dan Idul Fitri 1442 H.

Isinya pun menyebutkan, bahwa kegiatan penyediaan tempat hiburan seperti panti pijat, diskotik, karaoke permainan billiard, warung internet, toko penjual minuman beralkohol serta jenis usaha yang berada di dalamnya wajib tutup.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Persatuan Karaoke dan Hiburan Malam (Perkahima), Agustian Siagian, mengatakan bahwa pihaknya akan kompak untuk tutup demi menghormati umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa.

Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terhadap puluhan tempat karaoke dan hiburan malam yang ada di Malang Raya.

"Artinya kami menghormati bulan ramadan bagi muslim yang menjalankan ibadah puasa, kita patuh terhadap apapun produk hukumnya. Saya kira se-Jawa Timur pun sama ya, tiap bulan Ramadan kita semua kompak tutup," ucap Agus, Rabu (14/4/2021).

Agus mengatakan, untuk di bulan suci Ramadan ini, Perkahima satu suara untuk menyatakan bahwa mereka akan tutup.

Perkahima juga tidak bertanggung jawab ketika nanti ada anggotanya yang tetap nekat buka saat puasa Ramadan.

"Kalau ada yang melanggar kita serahkan kepada pemerintah agar ditindak secara tegas, entah itu dicabut izinnya atau bagaimana. Intinya kalau Ramadan ini Perkahima satu suara untuk tutup," ucapnya.

Sementara itu, dalam SE Wali Kota Malang Nomor 14 Tahun 2021 juga mengatur tentang kegiatan berdagang para PKL harus dimulai pada pukul 02:00 WIB sampai dengan pukul 24:00 WIB, serta mengatur tentang pembatasan tempat pengunjung dan protokol kesehatan yang harus dijalani baik oleh pedagang dan masyarakat.

Pembatasan maksimal harus 50 persen dari kapasitas restoran, kafe, warung dan usaha sejenisnya dengan jam operasional mulai pukul 02.00 WIB sampai pukul 22:00 WIB.

"Kalau ada yang melanggar akan kami kita sesuaikan dengan aturan. Sanksinya administrasi, bisa juga cabut izin sampai denda tipiring," ucap Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi.

Priyadi berjanji, bahwa Satpol PP Kota Malang akan melakukan patroli keliling untuk memantau ketaatan setiap kafe ataupun tempat hiburan malam di Kota Malang.

"Kami akan patroli dan memantau mereka. Karena di SE sudah ada dan kami sanksi sesuai aturan yang ada," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved