Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Kisah WNI yang Jadi Buronan Polisi Indonesia dan FBI Karena Bobol 30.000 Data Warga AS

Shofiansyah Fahrur Rozi dan Michael Zeboth Melki Sedek Boas Purnomo menjadi buronan FBI dan polisi Indonesia akibat membobol 30.000 data warga AS.

TribunJatim/Syamsul Arif
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama dua perwakilan dari FBI saat di Mapolda Jatim 

Reporter ; Syamsul Arifin

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Shofiansyah Fahrur Rozi dan Michael Zeboth Melki Sedek Boas Purnomo menjadi buronan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan polisi Indonesia akibat membobol 30.000 data warga Amerika Serikat (AS).

Dalam aksinya, dua pemuda asal Jatim ini membuat dan menyebarkan website palsu (scampage) pemerintah Amerika Serikat.

Awalnya pelaku membuat website palsu, kemudian menyebarkan website palsu tersebut.

Kemudian pelaku mengambil data orang lain secara ilegal.

Para pelaku mengirim SMS blast agar para warga Amerika mengklik tautan tersebut.

"Orang yang tertipu akan membuka link website itu, dan mengisi data pribadinya," kata Irjen Pol Nico Afinta, Kapolda Jatim kepada SURYAMALANG.COM.

Tersangka menggunakan data tersebut untuk mendapat bantuan pandemi Covid-19 dari pemerintah Amerika Serikat.

"Mayoritas pengisi data dan korban yang tertipu adalah warga AS. Korban mengisi data bantuan Covid-19. Bila sesuai, tersangka mendapat 2.000 USD," tambah Nico.

Tersangka mendapat uang sekitar 30.000 USD per bulan.

Polda Jatim bekerja sama dengan FBI melalui Hubinter Mabes Polri untuk bisa mengungkap kasus ini.

Polisi menyita laptop, ponsel, dan beberapa kartu ATM milik pelaku.

Pelaku hanya butuh waktu 10 bulan untuk membobol 30.000 data warga Amerika Serikat.

Pelaku sudah beraksi sejak Mei 2020 sampai Maret 2021.

"Sebanyak 30.000 warga AS tertipu, dan kerugian pemerintah mencapai 60 juta USD," tandas Nico.

Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved