Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Kawin Lagi Tanpa Izin Istri, Kejari Kota Batu Ajukan Permohonan Pembatalan Perkawinan

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu, Supriyanto menjelaskan, pengajuan itu berdasarkan Surat Kuasa Khusus dari Kepala Kejaksaan Negeri Batu

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Batu melimpahkan berkas permohonan pembatalan perkawinan ke Pengadilan Agama Kelas IA Malang, Rabu (21/4/2021). 

SURYAMALANG.COM, BATUKejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu, melalui Seksi Perdata Tata Usaha Negara (Datun) mengajukan permohonan pembatalan perkawinan ke Pengadilan Agama Kelas IA Malang, Rabu (21/4/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu, Supriyanto menjelaskan, pengajuan itu berdasarkan Surat Kuasa Khusus dari Kepala Kejaksaan Negeri Batu Nomor: SK- 797 / M.5.44 /Gs / 04 /2021 tanggal 14 April 2021.

“Kami melaksanakan pendaftaran permohonan pembatalan perkawinan dalam rangka melaksanakan fungsi penegakan hukum seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Batu sebagai tindak lanjut dari kewenangan atributif yang tertuang di dalam Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang RI No 16 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,” kata Supriyanto, Rabu (21/4/2021).

Dijelaskan Supriyanto, awalnya Kejaksaan Negeri Batu melaksanakan penuntutan terhadap seorang terdakwa yang telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Kelas IA Malang Nomor: 413/Pid.B/2020/Pn.Mlg pada 30 September 2020.

Terdakwa yang merupakan warga Kecamatan Bumiaji, Kota Batu itu divonis bersalah melanggar pasal Pasal 279 ayat (1) KUHP. Kasus tersebut adalah limpahan dari Polres Batu.

“Termohon ini sebelumnya telah ditetapkan sebagai terpidana oleh Pengadilan Negeri Malang. Ia mengaku masih perjaka saat mengajukan persyaratan perkawinan,” kata Supriyanto.

Termohon juga mengaku belum pernah kawin sebelumnya. Padahal, termohon telah memiliki istri yang sah. Tanpa ada izin dari istri sahnya, termohon merencanakan pernikahan dengan seorang perempuan lainnya. Menurut Supriyanto, hal tersebut tidak sesuai ketentuan.

Setelah adanya putusan yang tetap atau inkracht van gewijsde di Pengadilan Negeri Kelas IA Malang, Kejari Batu melanjutkan permohonan ke Pengadilan Agama Kelas IA Malang.

“Kami tidak melarang orang kawin lagi, tapi harus sesuai dengan prosedur dan syarat-syaratnya. Salah satu syaratnya adalah mendapat persetujuan dari istri,” paparnya.

Permohonan pembatalan perkawinan tersebut telah terdaftar dengan nomor Perkara: 0988/Pdt.G/2021/PA.Mlg tanggal 21 April 2021. Adapun berdasarkan Penetapan untuk Jadwal sidang pertama akan dilaksanakan pada Selasa 4 Mei 2021.

Sebagai wakil negara, Kejaksaan memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Supriyanto mengatakan, Kejaksaan adalah salah satu pihak yang memiliki kewenangan untuk mengajukan permohonan pembatalan perkawinan. Kasus ini baru pertama kali terjadi di Kejari Kota Batu.

“Ada dua termohon, dan kami sedang memohonkan untuk membatalkan perkawinan yang baru itu,” paparnya. 

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved