Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Kepala Kancab Dindik Jatim Wilayah Kota Malang-Batu Pantau Pelaksanaan PTM Terbatas di 2 Sekolah

Kepala Kancab Dindik Jatim wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti, memantau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

sylvianita widyawati/suryamalang.com
Pembelajaran tatap muka di kelas 11 MIPA 5 di SMAN 8 Kota Malang diikuti dua siswa dari 31 siswa, Rabu (21/4/2021). Sisanya mengikuti secara daring. Guru memakai sistem hibrid, sehingga bisa diikuti siswa luring dan daring. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kepala Kancab Dindik Jatim wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti, memantau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMAN 8 dan dan SMKN 2 Kota Malang, Rabu (21/4/2021).

Hal ini seiring adanya SE Walikota Malang yang membolehkan PTM terbatas saat pandemi Covid-19 mulai 19 April 2021.

"Kalau di Kota Malang, sudah semua SMA-SMK buka. Tapi pelaksanaannya ya pada sekolah. Ada yang dalam satu sekolah yang diizinkan masuk orangtua ada 50 anak. Tapi yang datang tiga. Tapi berikutnya meningkat. Mungkin karena melihat pembelajaran di sekolah, sehingga ada yang diizinkan orangtuanya ke sekolah," kata Ema.

Selain itu juga ada sekolah swasta yang masih menata sistemnya karena banyak siswanya dari luar provinsi Jatim.

"Sehingga yang dari luar provinsi masih daring. Yang luring adalah siswa yang berdomisili di Kota Malang," jelas Ema.

Dikatakan, dalam kondisi saat ini, guru harus melayani dua model, yaitu luring dan daring. 

"Dan kunci utamanya diizinkan orangtua," katanya.

Dari pantauan di SMAN 8, guru ada yang melaksanalan sistem hibrid, yaitu gabungan antara luring dan daring.

Di kelas ada tripod dan kamera. Sehingga siswa yang daring bisa mengikuti kegiatan di kelas dari rumah.

Halaman
123
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved