Breaking News:

Fakta Sebenarnya Ibu Bawa Jenazah Anaknya Pakai Becak, Diduga Covid-19 Sampai Ditolak 2 Rumah Sakit

Aksi seorang ibu nekat membawa jenazah sang anak dengan menggunakan becak viral di media sosial, simak fakta sebenarnya.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Twitterr @iamdevv23
Viral seorang ibu bawa jenazah anaknya pakai becak ini fakta sebenarnya¬† 

"Mereka meminta saya untuk membayar di muka dan mengambilnya keesokan hari," katanya kepada AFP.

  • Negerinya Dihantam Tsunami Covid-19, Puluhan Warga India Diduga Bikin Ricuh 

Suasana ricuh terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/4/2021), diduga disebabkan oleh aksi warga negara India.

Kekacauan di hotel kawasan Menteng ini, membuat sejumlah anggota TNI-Polri melakukan penjagaan secara ketat.

Dikutip SURYAMALANG.COM dari TribunJakarta.com di lokasi, terdapat dua bus milik TNI terparkir di sana.

"Iya betul, ada pengamanan TNI dan Polri di lokasi," kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Sam Suharto, saat dikonfirmasi, Jumat (23/4/2021).

Sam menjelaskan, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi dan Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Luqman Arief pun berada di lokasi guna mengecek keadaan di hotel tersebut.

"Kami ingin memastikan keamanan warga negara India agar berjalan baik dan aman," jelas Sam.

Diketahui, terdapat sekira 60-an warga India yang menginap di hotel tersebut.

Mereka hendak dibawa Tim Satgas Covid-19 guna diisolasi.

Positif Covid-19

Sebanyak 12 orang dari 127 warga India yang tiba di Indonesia pada Rabu (21/4/2021) malam dinyatakan positif Covid-19.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual Media Gathering Perkembangan Perekonomian Terkini dan Kebijakan PC-PEN pada Jumat (23/4/2021).

Tes PCR Covid-19 telah dilakukan pada seluruh penumpang pesawat AirAsia yang tiba di Soekarno-Hatta itu.

"Dari 127 WN India yang dilakukan tes COVID-19 sudah semua. Sampai saat ini, sudah 12 penumpang di antaranya positif COVID-19," kata mantan wakil menteri BUMN ini.

Sebagai tindak lanjut ia menuturkan, sample 12 orang tersebut akan dilakukan genom sequencing untuk mendeteksi varian virus Corona yang mungkin dibawa oleh belasan WN India yang positif tersebut.

Terlebih kini, lonjakan kasus Covid-19 di negara itu drastis naik dengan adanya varian virus corona baru yakni B1617.

"Dan 12 penumpang itu, kami lakukan genom sequencing, tapi hasilnya belum keluar," imbuh BGS.

Penulis: Ratih Fardiyah/Editor: Adrianus Adhi/SURYAMALANG.COM

Ikuti berita viral lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved