Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono: Pengangkatan Badan Kapal Selam KRI Nanggala-402 Gandeng SKK Migas

pengangkatan badan Kapal Selam KRI Nanggala-402 akan dilakukan bekerja sama dengan SKK Migas

Tribun Medan/Kolase TribunStyle.com/YouTube Kostack Studio/Instagram
Ilustrasi KRI Nanggala 402 Tenggelam, Bodi Retak Mirip Kapal Selam Ara San Juan 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Febrianto Ramadani
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, bersama rombongan jajaran perwira tertinggi TNI Angkatan Laut, mengunjungi Rumah Keluarga Kolonel Harry Setiawan, Perumahan TNI AL Tebel, Gedangan, Sidoarjo, Selasa sore (27/4/2021).

Kolonel Harry Setiawan adalah Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Komando Armada (Koarmada) II yang berada di Kapal Selam KRI Nanggala-402.

Kedatangan Laksamana TNI Yudo memberikan dukungan secara moril kepada keluarga yang mengalami musibah tenggelamnya kapal tersebut.

"Kami acarakan bertemu dengan keluarga para ABK. Setelah kemarin saya memimpin tim penyelamat di Banyuwangi. Tadi pagi saya mengunjungi keluarga yang berada di Bogor. Sekarang saya mengunjungi di Sidoarjo," ujarnya usai bertemu dengan istri dan anak Kolonel Harry Setiawan.

Rencananya, Kasal menjadwalkan acara tabur bunga bersama para keluarga dan saudara.

Selain itu, pengangkatan badan kapal juga akan bekerja sama dengan SKK Migas.

"Sudah kami ajukan serta berkoordinasi, dan ke depan pengangkatan badan kapal dilakukan dengan SKK Migas, yang memiliki kapal untuk bisa mengangkatnya. Alhamdulillah kami juga dibantu Kapolri dan Panglima TNI untuk dipertemukan. Mudah mudahan kapal itu mampu membawa ke atas," tuturnya.

"Posisi badan kapal masih kami cek melalui Swift Rescue. Kami tunggu disitu sampai hari ini masih belum berubah posisinya, tetap kami pantau terus. Tadi masih dalam rapat tentunya dari gambar gambar kemarin nanti kami hitung dahulu. Mudah mudahan tidak dalam waktu lama bisa diangkat. Mohon doanya," imbuhnya.

Laksamana TNI Yudo juga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan psikologi angkatan laut untuk memberikan penjelasan kepada keluarga awak kapal.

Ia memaklumi, psikologis masing masing orang berbeda beda. 

"Ada yang sudah siap maupun belum. Tapi itu wajar. Dan kami tetap melaksanakan pendampingan supaya benar benar bisa memahami situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Kami sudah periksa putra putri mereka mungkin bisa kami bantu untuk bekerja, sekolah, dan sebagainya," jelasnya.

Mengingat, tuntas Yudo, kemarin sudah banyak pihak yang menjanjikan kemudahan, mulai dari Kemendikbud, hingga Pemerintah Daerah, untuk diberikan kemudahan bekerja dan sekolah.

"Semoga diberikan hikmah yang baik kepada putra putri dan keluarga awak kapal, khususnya, para istri yang ditinggalkan," pungkasnya.

Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved