Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Reklame di Monumen Pesawat Suhat Dibongkar, Pjs Sekda Kota Malang Ucapkan Terima Kasih

Reklame yang berada di monumen pesawat Jalan Soekarno Hatta Kota Malang, akhirnya dibongkar oleh pemasang reklame.

hayu yudha prabowo/suryamalang.com
Pekerja mencopot reklame rokok yang mengelilingi Monumen Pesawat di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Selasa (27/4/2021). Paska viral dikritisi warganet di media sosial dan menuai kemarahan anggota DPRD, reklame pada benda bersejarah mulai dicopot. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Reklame yang berada di monumen pesawat Jalan Soekarno Hatta Kota Malang, akhirnya dibongkar oleh pemasang reklame.

Pembongkaran tersebut dilakukan, karena belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), hingga diperingatkan selama tiga kali oleh Satpol PP Kota Malang.

Menanggapi pembongkaran tersebut, Pjs Sekda Kota Malang, Hadi Santoso menyampaikan rasa terima kasih kepada si pemasang iklan.

Hal tersebut katanya merupakan niat baik dari si pemasang iklan, karena telah menyadari karena belum memiliki IMB.

"Mereka (pemasang) punya niat baik. Karena belum punya IMB mau dibongkar ya kami terima kasih. Berarti ada kesadaran untuk itu. Kalau tidak ada kesadaran, ya kami harus lakukan tindakan sesuai Perda yang berlaku (bongkar)," ucapnya, Selasa (27/4/2021).

Pria yang akrab disapa Soni itu mengatakan, bahwa pihaknya telah meninjau langsung ke lokasi berdirinya reklame di Monumen Pesawat Suhat pada Senin (26/4/2021) kemarin.

Peninjauan tersebut dilakukan, guna melihat langsung reklame yang telah tegak berdiri tersebut. 

Sembari dia mendengar ada informasi terkait dengan pembongkaran reklame oleh pemasang.

"Kemarin kan saya kesana. Model sistemnya yang terpasang itu panel-panel. Jadi harus hati-hati dan gabisa asal bongkar, karena itu kan barang mahal. Kapan hari kita juga telah komunikasikan. Hari ini katanya yawes silahkan (dibongkar). Kalau memang ada niat baik. Kalau hari ini gak ada sampek besok gak ada IMB-nya ya tak bongkar gitu aja," lanjutnya.

Soni juga menjelaskan, bahwa sebelum reklame rokok tersebut terpasang, di Monumen pesawat Suhat telah terpasang iklan milik salah satu perumahan elit di Kota Malang.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan revisi Perda Nomor 4 Tahun 2006 tentang Reklame yang nantinya akan disesuaikan dan dibahas oleh pansus.

Dalam revisi tersebut, nantinya bakal diperbolehkan untuk pasang iklan, asalkan harus disesuaikan dengan syarat-syarat yang telah ditentukan, salah satunya ialah harus memenuhi syarat RDRTK, si mana yang diperbolehkan untuk dipasang iklan ialah 15 persen dari luasan monumen. 

Karena monumen pesawat di suhat merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dua.

"Jadi di revisi itu di monumen boleh. Dulu kan sudah ada iklan sebelum ini. Kami paham kok tentang Perda, karena dulu sudah boleh digunakan untuk info publish maka sekarang kami legalkan itu dalam bentuk mengajukan revisi perda 4 2006. Cuma syaratnya saja yang kami perketat," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved