Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Sengketa Lahan PT Wonokoyo Jaya Corporindo Vs Warga, Begini Kesaksian Terdakwa

Persidangan polemik sengketa lahan seluas 68 hektare di Desa Majang Tengah, Dampit, Kabupaten Malang, antara PT Wonokoyo Jaya Corporindo dengan warga

erwin wicaksono/suryamalang.com
Terdakwa bernama Abdul Hanan (46) warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit usai mengikuti sidang didampingi kuasa hukumnya Wagiman Somodimedjo SH MH. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Persidangan polemik sengketa lahan seluas 68 hektare di Desa Majang Tengah, Dampit, Kabupaten Malang, antara PT Wonokoyo Jaya Corporindo dan warga berlanjut.

Kali ini agenda persidangan sampai pada pembacaan keterangan terdakwa digelar di Pengadilan Negeri Kepanjen, Selasa (27/4/20201).

Seorang terdakwa bernama Abdul Hanan (46) warga Desa Pamotan, Dampit, Kabupaten Malang, mengakui jika dirinya tidak memiliki legalitas sertifikat resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam mengarap lahan tersebut.

Hanan menerangkan dirinya berani menggarap lahan untuk bertani atas rekomendasi dari salah satu LSM, bernama LAI atau Lembaga Aliansi Indonesia.

"Saya gak ada sertifikat cuman hak garap dari LAI saja," ujarnya seusai sidang.

Hanan begitu mempercayai LAI karena sebuah alasan.

Ia kini menyakini penuh kapasitas LSM tersebut.

"Karena ada tanggung jawab dari LAI pusat. Karena akan diuruskan sertifikat tanah. Di daerah-daerah lain LAI itu sukses meningkatkan hak garap menjadi sertifikat," kesannya.

Hanan menggarap lahan seluas 5 X 10 meter.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved