Ramadan 2021

Spirit Ramadan dan Pengamalan Pancasila bagi Generasi Muda

spirit Ramadan menjadi momentum penting untuk revitalisasi nilai-nilai Pancasila pada generasi muda Indonesia.

Editor: isy
MUI Jatim
Assoc Prof Dr H Muhammad Turhan Yani MA, Ketua Komisi Pendidikan, Kaderisasi, dan Pembinan Seni Budaya MUI Jatim dan Wakil Dekan FISH Universitas Negeri Surabaya. 

Bahkan ketuhanan menjadi dasar pijakan bagi manusia dalam bersikap dan bertindak, dan juga sering kita dengar ungkapan-ungkapan sebagai berikut: Saya bertindak atas nama Tuhan.

Demi Tuhan bahwa apa yang saya lakukan ini adalah benar, Tuhan menjadi saksi atas apa yang saya lakukan, dan lain sebagainya.

Ungkapan-ungkapan tersebut menunjukkan bahwa manusia dalam bersikap dan bertindak merasa lebih mantap kalau Tuhan menjadi landasannya, apalagi kalau aktivitas tersebut untuk suatu persaksian maka Tuhan akan selalu dijadikan sebagai pembenarnya.

Pembenaran dengan menyebut nama Tuhan dapat dibenarkan apabila kenyataan dari apa yang dipersaksikan itu memang benar.

Sikap dan perilaku yang dilakukan oleh seseorang dibenarkan untuk menggunakan atas nama Tuhan apabila hal tersebut positif dan dapat bermanfaat bagi umat manusia.

Bagaimana dengan sikap dan perilaku generasi muda Indonesia?

Apakah nilai-nilai ketuhanan telah menjadi pijakan dasarnya?

Dalam konteks kehidupan generasi muda, pertanyaan sederhana tersebut tidak mudah penerapannya karena realitas kehidupan generasi muda sangat kompleks.

Pertama, era digital sekarang, pengaruh teknologi informasi mempengaruhi kehidupan kalangan anak muda, baik terkait dengan konten, misalnya ujaran kebencian, berita hoax, pornografi, dan lain sebagainya, maupun terkait dengan jaringan yang mengarah pada perilaku negatif lainnya.

Kedua, pergaulan anak-anak muda pada era sekarang lebih sering mendapat suguhan hedonis-materialis dari lingkungan, baik dari media sosial maupun dari kehidupan riil sebagian masyarakat.

Realitas demikian pelan tapi pasti berdampak pada cara berpikir dan berperilaku generasi muda.

Oleh karena itu melalui spirit Ramadan, religiusitas puasa diharapkan dapat berimplikasi pada kehidupan generasi muda menjadi lebih baik, dan hal ini tampak pada fenomena generasi muda Indonesia, khususnya kalangan mahasiswa di kampus berbondong-bondong ikut menyambut gembira datangnya bulan suci Ramadan dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan religi, melalui media daring dengan berbagai variannya.

Hal ini merupakan fenomena yang sangat positif bagi kebangkitan anak-anak muda Indonesia sebagai menjadi generasi millennial yang pancasilais dan agamis.

Dengan demikian, penerapan nilai-nilai ketuhanan pada kehidupan generasi muda Indonesia secara praktis dapat dilakukan dengan cara melatih menghadirkan mereka pada situasi religi, dan Ramadan menjadi salah satu momentum penting bagi mereka untuk masuk pada wilayah ‘kesadaran beragama’.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved