Nasional

Pacaran Kelewat Batas, Bayi Hasil Cinta Terlarang Siswi SMA dan Mahasiswa Dibuang di Pinggir Sungai

Pacaran Kelewat Batas, Bayi Hasil Cinta Terlarang Siswi SMA dan Mahasiswa Dibuang di Pinggir Sungai

Editor: Eko Darmoko
IST/Tribun Pontianak
AP (baju oranye) tersangka pembuangan bayi di objek Wisata Riam Gunam Sekadau yang berstatus sebagai mahasiswa di Pontianak. 

Dia juga berusia anak-anak sehingga belum bisa mempertanggung-jawabkan perbuatannya.

"Memang pada waktu membuang bayi itu di pinggir sungai, si ibu bayi yang menggendong bayi ini di belakang dan si bapak yang mengendarai sepeda motor," kata Anuar.

Anuar melanjutkan, berdasarkan bukti dan keterangan korban yang merupakan ibu dari si bayi, AP sudah beberapa kali meniduri N hingga hamil.

"Dari pengakuan  korban, tidak mengetahui bahwa dirinya hamil mengingat usianya masih belia, 15 tahun dan baru masuk SMA tahun ini."

"Waktu melahirkan pun sendirian di kamar," terang Kasat.

AP mengaku menyesali perbuatannya.

Setelah membuang bayi hasil cinta terlarang dengan N, kini AP berharap sang anak bisa dirawat ibu kandungnya.

Saat diwawancarai, AP mengaku aksi nekatnya dilakukan karena tidak ingin pendidikan yang sedang mereka tempuh jadi terganggu.

Kejadian itupun hanya diketahui oleh mereka berdua dan AP lah yang berinisiatif untuk membuang bayi tersebut.

"Kalau bisa anaknya diambil, dirawat sama keluarganya," ujarnya.

AP mengaku dirinya memang sempat membawa bayi tersebut ke panti asuhan.

Namun ditolak karena baru lahir dan tidak ada yang merawat.

"Sekarang saya semester 4. Ada penyesalan dan sudah minta maaf sama keluarga," ujarnya.

Kronologi

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved