Nasional

Pacaran Kelewat Batas, Bayi Hasil Cinta Terlarang Siswi SMA dan Mahasiswa Dibuang di Pinggir Sungai

Pacaran Kelewat Batas, Bayi Hasil Cinta Terlarang Siswi SMA dan Mahasiswa Dibuang di Pinggir Sungai

Editor: Eko Darmoko
IST/Tribun Pontianak
AP (baju oranye) tersangka pembuangan bayi di objek Wisata Riam Gunam Sekadau yang berstatus sebagai mahasiswa di Pontianak. 

Warga Desa Bokak Sebumbun, Eko menceritakan saat dirinya menemukan sang bayi.

Menurutnya, saat itu sang bayi hanya menggunakan baju dan berbalut satu helai kain lampin.

Kondisi sang bayi pun cukup memprihatinkan.

Tali pusar dan darah masih menyelimuti tubuh kecilnya.

Awalnya, Eko dan rekannya pergi mencari ikan di sekitar objek wisata tersebut sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat berada di dekat lokasi kejadian, Eko dan temannya mendengar suara tangisan bayi.

Keduanya pun mencari sumber suara dengan menggunakan senter dan menemukan bayi mungil itu terbaring di atas tanah.

Tak lantas mengambil bayi tersebut, keduanya terlebih dahulu pergi meninggalkan lokasi dan memanggil warga untuk mencari pertolongan.

"Setelah warga datang, bayi langsung digendong istri saya dan dibawa ke rumah pak RT untuk dibersihkan dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa," ungkapnya.

Bayi yang ditemukan dengan keadaan selamat itu saat ini sedang dirawat di RSUD Sekadau.

"Bayi itu sudah kita bawa ke RSUD Sekadau, untuk mendapatkan perawatan secara intensif," ujar Anuar.

Sementara mengenai hak asuh bayi masih belum dipastikan karena pihak Polres Sekadau masih fokus terhadap penyidikan perkara.

"Nanti akan dibicarakan dengan keluarga besar bayi tersebut."

"Apakah akan diasuh pihak keluarga ibu atau bapaknya, dititipkan ke Dinas sosial atau mungkin di adopsi," jelas Iptu Anuar.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved