Breaking News:

Nasional

Tsunami Covid-19 dan Gelombang Besar Kematian Hantam India, Ini Cara Agar Indonesia Tidak Terdampak

Tsunami Covid-19 dan Gelombang Besar Kematian Menghantam India, Indonesia Harus Belajar Agar Terhindar

Editor: Eko Darmoko
AP via Tribunnews.com
Pasien Covid-19 dan tenaga medis di India. 

SURYAMALANG.COM - Tsunami virus corona menghantam India hingga tim medis kuwalahan menghadapi gelombang kematian akibat Covid-19.

Tsunami virus corona yang menghantam India ini dipicu oleh warganya yang sudah 'besar kepala' atau sok-sokan bisa melawan Covid-19.

Namun pada kenyataannya, virus corona belum hilang seutuhnya dari India.

Sebaliknya, virus corona melakukan serangan balik dan membuat rakyat India kalang kabut.

Menilik fenomena di atas, Indonesia perlu belajar dari kondisi lonjakan kasus virus corona drastis di India.

Baca juga: Sok-sokan Percaya Diri Bisa Usir Virus Corona, India Malah Dihantam Tsunami Covid-19, Rekor Dunia

Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi.
Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi. (The Telegraph)

Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Erlina Burhan mengatakan, meskipun banyak yang menyalahkan adanya varian baru di India yang menyebabkan lonjakan kasus baru Covid-19, akan tetapi perlu memikirkan kemungkinan penyebab lain.

Ia mengatakan, di India banyak dilakukan kumpul massa sejak Maret dan April, baik dalam bentuk kampanye politik, pertandingan kriket dengan hanya sedikit penonton yang menggunakan masker, hingga festival keagamaan Kumbh Mela yang dihadiri jutaan orang.

Kegiatan keagamaan lain seperti Haji di Saudi Arabia dan perayaan tahun baru di China sudah melakukan pembatasan jumlah orang yang lebih signifikan dibandingkan dengan Kumbh Mela di India.

"Indonesia harus belajar dari India dengan bersama-sama membatasi diri untuk berkumpul menjelang salah satu acara keagamaan terbesar di Indonesia Idul Fitri," tuturnya dalam acara webinar pentingnya jaga imunitas tubuh meski sudah divaksinasi, Rabu (28/4/2021).

Ia berharap, masyarakat mampu menahan diri untuk tidak berkerumun sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved