Kapal Selam Nanggala Hilang

6 Fakta Kolonel Iwa Kartiwa Eks Komandan KRI Nanggala 402, Terbaring Sakit, Nangis 53 Muridnya Gugur

Ini 6 fakta Kolonel Iwa Kartiwa eks Komandan KRI Nanggala 402 yang puluhan tahun terbaring sakit, nangis tahu 53 muridnya gugur

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/kolase Tribunnews.com/Dok. Pelopor Passus Kapal Selam Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa
Kolonel Iwa Kartiwa mantan komandan (kiri) dan kapal selam KRI Nanggala 402 (kanan) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Terangkum 6 fakta kondisi Kolonel Iwa Kartiwa mantan Komandan KRI Nanggala 402 yang kini terbaring sakit. 

Kolonel Iwa Kartiwa dikabarkan menangis saat tahu 53 muridnya, awak kapal KRI Nanggala 402 gugur dalam bertugas. 

Kondisi Kolonel Iwa Kartiwa sendiri memperihatinkan setelah puluhan tahun sakit. 

Kolonel Iwa Kartiwa terbaring lemah dan tak bisa bicara setelah terkena radiasi serbuk besi saat menjalankan tugas di kapal selam.

Pria lulusan Akademi Militer Angkatan Laut Tahun 1991ini sepanjang karirnya menjadi orang terpilih di pasukan khusus kapal selam Indonesia.

Setelah tidak lagi bertugas, Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II sekaligus Mantan Komandan KRI Nanggala 402 itu kini tinggal di Jalan Paseh, Kota Tasikmalaya.

Berikut rangkuman 6 fakta kondisi Kolonel Iwa Kartiwa eks Komandan KRI Nanggala 402:

1. Kondisi kesehatan tak membaik

Kolonel Iwa Kartiwa, mantan komandan KRI Nanggala 402 puluhan tahun terbaring sakit
Kolonel Iwa Kartiwa, mantan komandan KRI Nanggala 402 puluhan tahun terbaring sakit (Dok. Pelopor Passus Kapal Selam Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa)

Iwa selama ini dikenal sebagai perwira Angkatan Laut di kampung halamannya Tasikmalaya.

Iwa merupakan adik kandung kelima dari mantan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal (Irjen) Purnawirawan Anton Charliyan.

Kondisi kesehatannya sampai sekarang tak membaik dan hanya bisa berbaring dengan kondisi tak berdaya dengan diurus oleh istri dan anak-anaknya.

"Iya, Iwa itu adik kandung saya dan dia juga sebagai salah satu petugas pelopor kapal selam di Indonesia.

Iwa sekarang terbaring sakit dan saat mendengar insiden KRI Nanggala 402, kami langsung nangis.

Namun, mereka sudah tahu risiko pasukan khusus kapal selam itu gadaikan hidupnya dengan maut," jelas Anton kepada Kompas.com saat dihubungi via telepon whatsapp, Jumat (30/4/2021).

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved