Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

BPBD Sebut Pembersihan Reruntuhan Bangunan Terdampak Gempa di Malang Mendekati Rampung

BPBD Kabupaten Malang, sebentar lagi merampungkan pembersihan puing-puing bekas reruntuhan bangunan.

hayu yudha prabowo/suryamalang.com
Ilustrasi - Kondisi musala Sabilillah yang terletak di Desa Pamotan, Kabupaten Malang seusai diguncang gempa 6,1 SK. Saat ini warga sekitar sedang gotong royong membangun kembali musala tersebut, Jumat (23/4/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Setelah 3 pekan sejak Gempa bumi di Kabupaten Malang melanda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sebentar lagi merampungkan pembersihan puing-puing bekas reruntuhan bangunan.

Plt Bagian Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menjelaskan, sejumlah alat berat sudah ada yang ditarik dari lokasi bencana.

"Bina Marga laporan sudah selesai, begitu juga dengan TNI juga sudah clear. Tinggal menunggu kesepakatan dari jajaran pimpinan untuk transisi dari darurat ke pemulihan. Karena memang ada isntruksi dari Pak Bupati, makanya kemarin ada percepatan lebih awal," ujar Sadono ketika dikonfirmasi.

Sadono menambahkan, pihaknya terus melakukan pendataan-pendataan bagi warga terdampak.

Sadono menerima instruksi bantuan harus disalurkan tepat sasaran.

Sejauh ini, sumber bantuan berasal dari pemerintah dan berbagai donatur.

"Bantuan harus merata. Tapi memang karena wilayah yang luas dan korbannya banyak jadi memang (penyalurannya) bertahap," ujar Sadono.

Kini, BPBD Kabupaten Malang tengah mempersiapkan masuk proses pemulihan, termasuk merampungkan  rumah hunian sementara (huntara).

"Pembangunan huntara ini bukan oleh pemerintah saja. Sudah ada dari NU, dari PMI juga ada sebagian," jelas Sadono.

Mengacu pada target awal, pembangunan 300 rumah akan rampung menjelang lebaran.

Di sisi lain, Sadono tak memungkiri adanya perubahan target penyelesaian.

"Mengacu pada data awal, ada sebanyak 900 warga yang mengungsi. Kalau kami asumsikan ada tiga orang setiap KK, berarti ada 300 KK yang segera butuh hunian. Tapi sekarang itu tidak bisa jadi patokan," tutupnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved