Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

PT KAI Daop 8 Surabaya Sebut 37 Ribu Lebih Warga yang Ada Jatim Telah Bepergian Naik Kereta

Menjelang larangan mudik, ternyata ribuan warga di Jawa Timur telah melakukan perjalanan luar kota naik Kereta Api (KA)

Editor: isy
Fikri Firmansyah/TribunJatim.com
Penumpang saat menaiki KA Bima di Stasiun Gubeng. Menjelang H-5 resminya larangan mudik tercatat ada sebanyak 13.000 orang yang melakukan luar kota dengan naik KA dari keberangkatan diseluruh Stasiun yang ada di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Fikri Firmansyah

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Menjelang larangan mudik, ternyata ribuan warga di Jawa Timur telah melakukan perjalanan luar kota naik Kereta Api (KA)

Berdasarkan data yang Tribun dan SURYAMALANG.COM dapat dari PT KAI Daop 8 Surabaya sendiri, sejak Jumat kemarin hingga hari Minggu ini dengan acuan data penjualan tiket ada sebanyak 37.500 keberangkatan penumpang KA di wilayahnya.

"Dari Jumat (30/4/21) hingga Minggu ini (2/5/21) dengan berdasarkan penjualan tiket, maka kami telah melayani keberangkatan penumpang sebanyak 37.500 an," ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif kepada Tribun dan Harian Surya, Minggu (2/5/2/2021).

Baca juga: H-5 Sebelum Larangan Mudik Berlaku, Stasiun Gubeng Surabaya Sudah Berangkatkan 13 Ribu Penumpang

Luqman menambahkan data penumpang itu termasuk keberangkatan KA lokal dan Jarak Jauh.

Kata dia, pada Jumat (30/4/21) ada sebanyak 13.000 an tiket KA untuk keberangkatan.

Sedangkan Sabtu (1/5/21) ada sebanyak 11.500 tiket yang terjual.

Sementara untuk hari Minggu ini (2/5/21), ada sebanyak 13.000 an tiket KA keberangkatan yang telah terjual.

Luqman juga mengatakan, sejatinya jumlah penumpang ini kondisinya normal.

Pekan-pekan sebelumnya, seperti hari Jumat, Sabtu dan Minggu juga segitu.

"Jadi jumlah penumpang Jumat (30/4/21) hingga Minggu ini (2/5/21) yang mencapai ribuan di wilayah kami bukan karena mendekati tanggal larangan mudik alias memang sebelumnya angkanya juga kisaran segitu," jelasnya.

"Bahkan, kami juga tidak menambah pengoperasian KA. Ini karena memang kondisi jumlah penumpang masih normal hingga saat ini," sambungnya.

Sementara itu satu dari ribuan penumpang kereta api yang akan berpergian ke luar kota dari Stasiun Gubeng untuk menuju ke Madiun dengan naik KA Bima, Syarifa (23) mengatakan ia melakukan perjalanan ke Madiun bukan untuk mudik akan tetapi pulang kampung.

"Saya di sini kerja, untuk tinggalnya sama kakek nenek di Sukodono. Ke Madiun untuk pulang ke rumah orangtua. Jadi bukan Mudik," kata Syarifa ketika ditemui Tribun dan Harian Surya, di Stasiun Gubeng Surabaya, Minggu (2/5/21).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved