Kapal Selam Nanggala Hilang

Tangis Haru Mantan Komandan KRI Nanggala Usai Tahu Muridnya Gugur, Kini Kondisinya Tak Bisa Bicara

Tangis haru mantan komandan KRI Nanggala 402 ini jadi sorotan pasca mendengar kabar anak didiknya gugur bersama KRI Nanggala 402.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Tribunnews.com/Dok. Pelopor Passus Kapal Selam Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa
Kolonel Iwa Kartiwa mantan komandan (kanan) dan kapal selam KRI Nanggala 402 (kiri) 

SURYAMALANG.COM - Duka mendalam dirasakan Kolonel Iwa Kartiwa usai mengetahui gugurnya 53 awak KRI Nanggala 402.

Tangis haru mantan komandan KRI Nanggala 402 ini jadi sorotan pasca mendengar kabar anak didiknya gugur bersama KRI Nanggala 402.

Hal itu lantaran, Kolonel Iwa Kartiwa telah terbaring lemah dan tak bisa berbicara di rumahnya sejak puluhan tahun silam.

Mantan komandan KRI Nanggala 402 ini terkena radiasi serbuk besi saat menjalankan tugas di kapal selam.

Kolonel Iwa Kartiwa, mantan komandan KRI Nanggala 402 puluhan tahun terbaring sakit
Kolonel Iwa Kartiwa, mantan komandan KRI Nanggala 402 puluhan tahun terbaring sakit (Dok. Pelopor Passus Kapal Selam Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa)

Kolonel Iwa merupakan lulusan Akademi Militer Angkatan Laut Tahun 1991 dan sepanjang karirnya menjadi orang terpilih di pasukan khusus kapal selam Indonesia.

Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II sekaligus Mantan Komandan KRI Nanggala 402 itu kini tinggal di Jalan Paseh, Kota Tasikmalaya.

Baca juga: Kalimat Polos Anak Serda Dwi Nugroho saat Tabur Bunga KRI Nanggala, Pamit Pulang, Gak Cari Ayah Lagi

Baca juga: Suasana Pilu Tabur Bunga KRI Nanggala, Istri Serda Pandu Nyaris Pingsan, Baru Nikah 2 Bulan Berpisah

Berikut rangkuman kondisi Kolonel Iwa Kartiwa mantan komandan KRI Nanggala 402:

1. Kondisi kesehatan tak membaik

Iwa selama ini dikenal sebagai perwira Angkatan Laut di kampung halamannya Tasikmalaya.

Iwa merupakan adik kandung kelima dari mantan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal (Irjen) Purnawirawan Anton Charliyan.

Kondisi kesehatannya sampai sekarang tak membaik dan hanya bisa berbaring dengan kondisi tak berdaya dengan diurus oleh istri dan anak-anaknya.

"Iya, Iwa itu adik kandung saya dan dia juga sebagai salahsatu petugas pelopor kapal selam di Indonesia.

Iwa sekarang terbaring sakit dan saat mendengar insiden KRI Nanggala 402, kami langsung nangis.

Namun, mereka sudah tahu risiko pasukan khusus kapal selam itu gadaikan hidupnya dengan maut," jelas Anton seperti dikutip dari Kompas.com: 'Cerita Mantan Komandan KRI Nanggala-402 Kolonel Iwa Kartiwa: Risiko Pasukan Khusus Kapal Selam, bak Gadaikan Hidup dengan Maut'

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved