Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Kapolres Malang Sebut Mobilitas Warga di Malang Raya Tetap Diperbolehkan

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, menegaskan mobilitas warga di Malang Raya tetap diperbolehkan pada masa larangan mudik lebaran tahun 2021.

erwin wicaksono/suryamalang.com
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, menegaskan mobilitas warga di Malang Raya tetap diperbolehkan pada masa larangan mudik lebaran tahun 2021.

Artinya warga Kabupaten Malang, Kota Malang maupun Kota Batu tetap bebas melakukan perjalanan mengunjungi antar wilayah seputar Malang Raya.

Hendri menilai banyak warga Kabupaten Malang melakukan mobilitas di Kota Malang karena kepentingan pekerjaan begitu sebaliknya.

“Karena orang yang bekerja di Kota Malang itu sebagian besar tinggal di Kabupaten Malang," ujar Hendri ketika dikonfirmasi pada Selasa (4/5/2021).

Saat penyekatan dilakukan, pihak kepolisian memaklumi mobilitas warga yang berkepentingan mencari nafkah.

“Memang benar kita melakukan penyekatan, tapi kan orang yang bekerja itu tetap harus kerja. Jadi, aglomerasi ini tujuannya untuk itu (aktivitas di rayon Malang), gak mungkin lah (aglomerasi tidak dijalankan),” ungkap Kapolres kelahiran Solok Sumatera Barat itu.

Hendri menegaskan kepemilikan tes PCR negatif tidak berlaku bagi  warga di luar Rayon Malang yang ingin masuk ke Kabupaten Malang.

Analoginya, jika ada warga berasal dari Jakarta atau daerah apapun yang bukan wilayah Rayon Malang, tidak diperkenankan memasuki Kabupaten Malang meski membawa hasil tes PCR negatif.

"Meskipun KTP dia Kabupaten Malang dan dia bekerja di Jakarta, tetap gak boleh. Karena yang jadi patokan bukan PCR, bahkan PMI (pekerja migran Indonesia) yang masuk melalui Surabaya yang mau ke Kabupaten Malang saja harus diisolasi selama 5 hari di safe house Kepanjen,” beber Hendri.

Kendati begitu ketat, Hendri menerangkan terdapat kondisi-kondisi yang menjadi pengecualian saat pemberlakuan penyekatan, sepeti kepentingan perawatan medis, kerja dan kepentingan mendesak lainnya.

“Sehingga yang bukan bagian dari warga aglomerasi di Malang Raya dan ingin masuk pada tanggal 6-17 Mei itu harus kami kembalikan kalau mereka tidak memiliki surat tugas dari instansinya, dalam keadaan hamil, urgent seperti keluarganya meninggal dan hal-hal mendesak lainnya," tutupnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved