Breaking News:

Berita Gresik Hari Ini

Lulusan Unair Uji Nyali Seleksi Perangkat Desa di Benjeng Gresik, Hasil Nilai Pesaingnya Bikin Heboh

Dalam proses seleksi yang hanya diikuti 3 orang peserta itu, si sarjana alumni Unair kalah telak dengan pasangan suami istri pesaingnya

Editor: Dyan Rekohadi
Tangkap layar Facebook
Proses seleksi perangkat desa di Gresik dan hasil nilainya yang menarik perhatian warga karena diduga ada unsur 'permainan' 

Penulis : Willy Abraham , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Seleksi pemilihan perangkat desa di Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng, Gresik ramai di media sosial ketika seorang alumni Universitas Airlangga (Unair) ikut ambil bagian.

Seorang sarjana lulusan Unair itu mencoba 'uji nyali' ikut seleksi perangkat desa di Benjeng Gresik untuk membuktikan rumor adanya 'permainan' dalam proses seleksi.

Tak urung hasil seleksi perangkat desa itupun menjadi sorotan ketika diunggah di media sosial Facebook

Foto hasil ujian itu beredar di media sosial.

Dalam proses seleksi yang hanya diikuti 3 orang peserta itu, si sarjana alumni Unair kalah telak dengan pasangan suami istri pesaingnya yang memiliki latar belakang pendidikan  lulusan Paket C.

Peserta seleksi yakni Wildan Erhu Nugraha seorang alumnus Unair , Suparno seorang mantan anggota BPD dan istri Suarno, Sri Danarti.

Suparno berhasil mendapatkan nilai 100, kemudian istrinya mendapat nilai 99.

Sedangkan Wildan Erhu Nugraha seorang alumnus Unair itu hanya mendapat nilai 68. Alhasil, Wildan gagal lolos.

Hal ini menjadi ramai di media sosial ketika diunggah di facebook.

Salah satunya, akun facebook Mas Sigit, menginginkan agar ujian tersebut digelar lagi tapi dengan nomor yang acak.

"Seng nilai 100 coba di tes dengan pertanyaan yang sama tp nomernya di acak , iso 100 mane opo gak ???" tulis akun Mas Sigit.

Wildan Erhu Nugraha menuturkan, saat itu ujian merebutkan posisi Kasi Pemerintahan itu diikuti tiga peserta.

Dikatakannya, awalnya jabatan itu tidak ada yang berminat mendaftar, karena banyak pemuda yang sudah mengetahui itu ada permainan.

Bahkan ada yang melempar handuk sebelum tes itu dimulai.

“Mereka sampai bilang percuma mendaftar kalau yang menang yang punya uang. Sudah banyak isu yang beredar kalau dikondisikan,” ucapnya, Rabu (5/5/2021).

Hal ini membuat Wildan malah terdorong mendaftarkan diri.

Namun saat seleksi ujian pada tanggal 1 Mei, yang terdaftar sebagai peserta hanyalah dirinya dan pasangan suami istri.

Dia akhirnya menduga jika seleksi jabatan perangkat itu hanya formalitas saja.

“Hasil nilainya selisih jauh yang membuat warga bertanya-tanya,” terangnya.

Adapun saat Ketua Panitia Pemilihan Perangkat Desa yakni Aji Setiawan, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan apapun.

Hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan apapun.

Camat Benjeng Suryo segera meminta keterangan kepada pihak desa.

"Kami masih minta keterangan dari pihak desa," terangnya. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved