Breaking News:

Travelling

Sejarah Sanggring Kolak Ayam atau Kolak Ayam Gumeno, Resep Tradisional Warisan Putra Sunan Giri

Kolak Ayam atau Sanggring atau Gumeno menjadi tradisi di malam 23 Ramadan di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Willy Abraham
Kolak Ayam atau Sanggring atau Gumeno menjadi tradisi di malam 23 Ramadan di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK – Sanggring Kolak Ayam atau Kolak Ayam Gumeno menjadi tradisi di malam 23 Ramadan di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik.

Warga masih menjaga menu ramuan warisan dari putra Sunan Giri, Sunan Ndalem tersebut.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Kolak Ayam sebagai warisan Budaya Indonesia Tak Benda melalui keputusan Menteri Pendidikan RI nomor 103618/MPK.E/KB/2019.

Ketua panitia tradisi Kolak Ayam, Suudin mengatakan tradisi ini mulai populer sejak tahun 1453.

Saat itu Raja Giri Kedatonm, Sunan Ndalem sedang sakit.

Beberapa obat tidak mampu menyembuhkan penyakit Sunan Ndalem.

Suatu hari putra Sunan Giri itu mendapat hidayah agar membuat ramuan kolak bercampur ayam.

Saat makan Kolak Ayam itu, sakit Sunan Ndalem sembuh atas izin Allah.

"Setelah peristiwa itu beliau minta warga agar membuat kolak tersebut pada malam 23 Ramadan. Sejak saat itu ini dilestarikan," terangnya.

Jajanan Kolak Ayam ini lebih popular dengan sebutan Sangering.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved