Breaking News:

Ramadan 2021

Adaptasi Tradisi Baru, Ramadan Tanpa Mudik

Ramadan di Indonesia tidak saja selalu dilekatkan dengan ibadah puasa, salat tarawih, zakat maal dan zakat fitrah.

Editor: isy
MUI Jatim
Prawitra Thalib, Sekretaris Lembaga Pemuliaan Lingkungan dan SDA MUI Jatim dan Kaprodi Magister Kajian Ilmu Kepolisian Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga 

Akan tetapi sejak memasuki awal 2021 hingga menjelang bulan Ramadan tidak ada tanda-tanda
Covid-19 menghilang dari bumi Nusantara, sekalipun Pemerintah sudah berupaya keras, melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala mikro, yang membawa hasil pada penurunan angka penularan Covid-19.

Namun wabah tersebut tetap bercokol di bumi Nusantara tanpa membawa tanda-tanda kepergiannya.

Mau tidak mau sekali lagi Pemerintah harus berusaha keras untuk mengajak dan mengimbau kepada masyarakat supaya secara ikhlas untuk menunda tradisi mudik di bulan Ramadan.

Usaha keras Satuan Tugas Penanganan Covid 19 melalui Surat Edaran No. 13 tahun 2021, menimbulkan kegalauan bagi banyak pihak, bagi para pemudik mereka harus membatalkan kembali hasrat melepas rasa rindu dan bersilaturahmi di tahun ini setelah ditunda pada tahun lalu, bagi para pengusaha angkutan juga terpaksa melakukan pembenahan agar mampu bertahan ditengah larangan mudik tersebut.

Antara Rindu dan Masalahat
Dilematis memang.

Namun apabila melihat dari tingkat kemashlahatannya maka upaya terbaik demi melindungi rakyat Indonesia dari pandemi covid-19 adalah melalui pembatasan interaksi antara satu dengan yang lain.

Tidak hanya interaksi kepada sesama manusia interaksi kepada Tuhan Yang Maha Esa pun tak luput dari pembatasan, betapa tidak dahulu ketika Covid-19 muncul di Bumi Nusantara larangan salat berjamaah di masjid maupun kegiatan keagamaan di rumah ibadah lain seakan-akan telah mengurangi jarak antara manusia dan Tuhannya.

Walaupun jarak tersebut bersifat abstrak namun rasa rindu akan nikmat beribadah seolah-olah telah dirampas oleh sang Pencipta itu sendiri.

Walaupun pada Ramadhan 1442 H/2021 aktivitas di tempat ibadah khususnya salat berjamaah
telah diperbolehkan, namun tetap saja ada yang kurang sempurna.

Sebagai contoh demi mengaplikasikan protokol kesehatan shaf salat berjamaah di mesjid harus diberi jarak antara satu jamaah dengan jamaah yang lain minimal 1 meter.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved