Breaking News:

OTT KPK Bupati Nganjuk

OTT Bupati Nganjuk Oleh KPK, PKB dan PDIP Kompak Sebut : Novi Rahman Hidayat Bukan Kader Kami !

PKB maupun PDI Perjuangan yang mengusung nama Novi Rahman Hidayat dalam Pilkada pencalonannya dulu sama-sama tak mengakui Novi sebagai kader partai

SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
FOTO DOK. Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat sampaikan kepastian disetujuinya usulan empat proyek strategis nasional di Kabupaten Nganjuk oleh Presiden RI, Joko Widodo. 

Penulis : Yusron Naufal Putra , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dua partai besar besar yang mengusung Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam pencalonannya dulu, kini sama-sama angkat tangan pasca OTT KPK, MInggu (9/5/2021).

Lalu Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dari partai apa?

PKB maupun PDI Perjuangan yang mengusung nama Novi Rahman Hidayat dalam Pilkada pencalonannya dulu sama-sama tak mengakui Novi sebagai kader partai mereka.

Nampaknya status kepartaian dari Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat masih belum dapat dipastikan.

"Tidak ada KTA atas nama Novi. Yang jadi kader dan pengurus PDI Perjuangan itu Pak Marhaen Djumadi, wakil bupati Nganjuk," kata Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Deni Wicaksono dalam keterangan resminya, Senin (10/5/2021).

Pada Pilkada Nganjuk 2018, Novi yang berlatar belakang pengusaha berpasangan dengan Marhaen Djumadi sebagai calon wakil bupati.

Marhaen adalah kader PDI Perjuangan, dan kini menjabat sebagai wakil ketua DPD PDIP Jatim.

Menurut Deni, PDIP tidak pernah berebut dan tidak pernah mengklaim kader.

"PDI Perjuangan tidak pernah menyatakan Pak Novi sebagai kader. Kan PKB sudah mengumumkan sejak Januari 2021 bahwa Pak Novi adalah wakil ketua DPW PKB Jatim. Ketika partai lain sudah memasukkan seseorang itu sebagai pengurus, ya tentu tidak mungkin masuk ke PDI Perjuangan,” ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved