Breaking News:

OTT KPK Bupati Nganjuk

OTT Bupati Nganjuk Oleh KPK, PKB dan PDIP Kompak Sebut : Novi Rahman Hidayat Bukan Kader Kami !

PKB maupun PDI Perjuangan yang mengusung nama Novi Rahman Hidayat dalam Pilkada pencalonannya dulu sama-sama tak mengakui Novi sebagai kader partai

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
FOTO DOK. Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat sampaikan kepastian disetujuinya usulan empat proyek strategis nasional di Kabupaten Nganjuk oleh Presiden RI, Joko Widodo. 

Menurut DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat telah diakui sebagai pengurus DPW PKB Jawa Timur seusai Musyawarah Wilayah PKB Jatim yang berlangsung pada 9 Januari 2021.

"Waktu itu kita baca beritanya yang sangat luas di media, Pak Novi masuk kepengurusan PKB Jatim. Oh ya sudahlah, itu pilihan politik beliau, meskipun pada waktu Pilkada Nganjuk 2018, Pak Novi diusung bersama oleh PKB, PDI Perjuangan, dan Hanura," ujar Deni yang juga anggota DPRD Jatim.

Sebelumnya, DPW PKB Jawa Timur menegaskan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, bukanlah merupakan kader partai.

Sehingga, PKB meminta dugaan OTT KPK yang dikabarkan dilakukan pada Bupati Nganjuk tersebut tidak dikaitkan dengan PKB.

"Novi tidak pernah jadi kader PKB," kata Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Anik Maslachah saat dikonfirmasi dari Surabaya, Senin (10/5/2021).

Dari catatan wikipedia, Novi disebutkan merupakan kader PKB.

Pria kelahiran 2 April 1980 itu bahkan tertulis merupakan salah seorang pengurus DPW PKB Jatim.

Tepatnya, Wakil Ketua DPW PKB Jatim.

Anik menegaskan jika Novi bukanlah merupakan kader PKB.

Apalagi, dalam sebuah tayangan youtube Novi mengaku jika dirinya adalah kader PDI Perjuangan.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved