Kok Bisa Masyarakat Indonesia Menyebut Idul Fitri sebagai Lebaran? Simak Penjelasan Ini

Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta, Khasan Ubaidillah, M Pd I, menjelaskan tentang penyebutan Lebaran menurut filosofi orang Jawa.

Editor: Eko Darmoko
Canva.com
Ilustrasi 

Makna yang terakhir dari Lebaran yakni luber, yang berarti telah meluberkan pahala, kebaikan, hal-hal yang baik.

Tidak hanya bagi diri kita tapi juga kepada orang lain.

"Dalam proses ini sebenarnya kita sudah mengupayakan untuk memperbanyak hal-hal baik, melakukan ibadah, maka lebaran ini sebenarnya momentum untuk apa, luber. Meluberkan pahala, kebaikan, hal-hal yang baik."

"Tidak hanya sekedar ke diri kita, tapi ke orang lain, masyarakat yang lebih umum."

"Sehingga ini bisa menjadi momentum untuk mari bersama-sama berbuat baik, berwasiat kebaikan dan menciptakan kebaikan ke semua orang," jelas Khasan.

Maka dapat disimpulkan bahwa, Lebaran ini berarti lebar dari maksiat, leburnya dosa-dosa dan meluberkan kebaikan.

Lebaran dianggap bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik di masa yang akan datang.

"Maka lebar, lebur, luber. Lebar dari maksiat, lebur dosa-dosa kita dan meluberkan kebaikan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik di masa yang akan datang."

"Inilah kemudian yang kita sebut dengan Idul Fitri identik dengan sebutan Lebaran, sebagaimana jika diambil dari kebahasaan orang Jawa," pungkasnya. (Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengapa Idul Fitri di Indonesia Sering Disebut Lebaran? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Berita terkait Idul Fitri 2021

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved