Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Perbaikan Jalan Rusak di Malang Selatan Tunggu JLS Rampung pada 2022

Pemerintah Kabupaten Malang belum bisa memastikan perbaikan jalan secara masif jalan menuju area tempat wisata pantai di Malang Selatan itu.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
SURYAMALANG.COM/Erwin Wicaksono
Jalan rusak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kerusakan jalan di Malang Selatan tampaknya masih akan berlanjut.

Pemerintah Kabupaten Malang belum bisa memastikan perbaikan secara masif jalan menuju area tempat wisata pantai di Malang Selatan itu.

Alhasil, perbaikan jalan rusak diprediksi molor hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Romdoni menerangkan, biang kerok kerusakan jalan di Desa Srigonco, Bantur, Kabupaten Malang, akibat pembangunan proyek Jalur Lingkar Selatan.

“Karena ini merupakan bagian dari kegiatan JLS dan jalan itu tidak terelakkan untuk dilewati angkutan JLS," ujar Romdoni ketika dikonfirmasi.

Terkait realisasi perbaikan jalan, Romdoni menyebut tanggung jawab perbaikan kerusakan jalan di Desa Srigonco itu merupakan  kewenangan nasional.

Saat ini perbaikan masif dan permanen belum bisa dilakukan.

"Perbaikan saat ini mulai dari tanah-tanah yang bergelombang itu diratakan," kata Romdoni.

Menurut Romdoni, pembangunan JLS diprediksi rampung pada tahun 2022 mendatang.

“Terkait JLS sendiri dari informasi yang kita dapat itu selesainya di tahun 2022, tapi bulannya belum tahu mudah-mudahan di awal tahun,” jelas Romdoni.

Di sisi lain, kerusakan jalan juga melewati akses menuju Jembatan Srigonco.

Secara kasat mata, pembangunan jembatan tampak sudah rampung namun belum juga diresmikan.

Menanggapi hal tersebut Romdoni menerangkan ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan, seperti tahap finishing jembatan Srigonco

“Perihal jembatan Srigonco bukan peresmiannya, tapi yang terpenting kita siap dulu. Mulai dari penyelesainnya siap dulu, kemudian jalan sebelum dan sesudah jembatan kita kondisikan, karena aktivitas angkutan JLS masih berlangsung. Kami buat hasil terbaik dahulu, artinya jangan sampai ini kita perbaiki tapi nanti rusak lagi. Seperti saya ibaratkan masang keramik dulu tapi plesternya belum kita pasang,” kiasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved