Breaking News:

Berita Persik Kediri Hari Ini

Pelatih Persik Kediri Joko Susilo Tak Setuju Kompetisi Liga 1 Tanpa Degradasi, Ini Alasannya

Pelatih Persik Kediri Joko Susilo mengaku inginkan format kompetisi Liga 1 2021 dengan degradasi atau seperti normal pada umumnya

Penulis: Farid Farid | Editor: isy
farid mukarom/suryamalang.com
Pelatih Persik Kediri Joko Susilo saat ditemui di Stadion Brawijaya Kediri Kamis (20/5/2021). 

Berita Persik Kediri Hari Ini
Reporter: Farid Mukarom
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | KEDIRI - Pelatih Persik Kediri Joko Susilo mengaku inginkan format kompetisi Liga 1 2021 dengan degradasi atau seperti normal pada umumnya.

Ditemui di Stadion Brawijaya Kediri Gethuk sebutan akrab Joko Susilo mengatakan bahwa secara pribadi dirinya inginkan format kompetisi nanti bisa berjalan secara normal.

"Secara umum kita persiapkan yang normal saja. Karena dari Manajemen membebankan target - target yang harus dipenuhi. Jadi kami tetap fokus disitu," ujarnya Kamis (20/5/2021).

Bahkan Joko Susilo menyebut dia sangat menyukai kompetisi yang normal dengan degradasi.

Pasalnya Joko mengaku digaji secara normal dan punya target khusus yang harus dicapai.

"Namun kita tahu bahwa kondisi saat ini di luar hal yang normal. Kita dalam kondisi masa pandemi yang ini tak mudah. Jadi saya bisa memahami jika ini benar diterapkan," imbuhnya.

Sementara itu sebelumnya diketahui bahwa PSSI memutuskan Liga 1 musim ini diputuskan tanpa degradasi hal itu merupakan hasil dari rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada 3 Mei 2021.

Alasan PSSI membuat keputusan ini adalah karena sejumlah klub Liga 1 bersurat kepada kesekjenan PSSI untuk mengajukan peniadaan degradasi di musim ini.

Permohonan beberapa tim tersebut lalu dibahas di rapat Exco PSSI.

Mayoritas sepakat dengan permintaan untuk menghapus degradasi pada Liga 1 2021/2022 asalkan tanpa mengubah Statuta PSSI.

Salah satu alasan mendasar adalah karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari setahun telah menyebabkan sektor ekonomi lumpuh.

Hal itu pun berimbas pada kondisi keuangan klub sepak bola, tak terkecuali klub peserta Liga 1.

Meski tanpa degradasi, nantinya ada dua tim yang tetap mendapatkan promosi atau naik kelas dari Liga 2.

Dengan begitu, maka secara otomatis kompetisi Liga 1 untuk musim 2022 akan dihuni oleh 20 klub peserta.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved