Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Jumlah Alat Perekam Data di Hotel dan Penginapan Kota Batu Dirasa Masih Sangat Minim

Pemerintah Kota Batu baru saja memasang lima alat perekam data transaksi atau tapping box di lima hotel pada 2021 ini

Penulis: Benni Indo
Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
ILUSTRASI - Pelayanan di Hotel Aston, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemerintah Kota Batu baru saja memasang lima alat perekam data transaksi atau tapping box di lima hotel pada 2021 ini. Dengan tambahan lima alat tersebut, total ada 44 hotel yang memiliki tapping box di Kota Batu. Di sisi lain, jumlah hotel atau penginapan ada sekitar 500 lebih di Kota Batu.

Jumlah 44 itu masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan banyaknya hotel maupun penginapan yang beroperasi di Kota Batu. Perlahan, Pemkot Batu terus menambah jumlah tapping box di setiap tempat.

Pemasangan alat tersebut untuk memastikan tidak ada kebocoran pajak dari penyedia jasa perhotelan atau penginapan.

Kepala Bidang Penagihan, Pelaporan dan Pengawasan Badan Pendapatan Daerah Kota Batu Ismail tapping box berfungsi mengirimkan data transaksi penjualan dan pajak ke server Bappeda Kota Batu.

“Sehingga dapat dijadikan  pembanding dari laporan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPPD),” ujar Ismail kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (23/5/2021).

Tapping box yang dipasang berasal dari Bank Jatim. Dari catatan realisasi APBD Kota Batu tahun 2021, pajak hotel ditarget Rp 27,5 miliar. Hingga April 2021, realisasinya telah mencapai Rp 6,1 miliar atau 22 persen.

Sedangkan pada 2020 dari ditarget Rp 39,5 miliar lalu direvisi menjadi Rp 15,2 miliar karena pandemi, terealisasi Rp 19,6 miliar.

Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Syaifudin berpendapat, Pemkot Batu harus sebisa mungkin menutup potensi kebocoran pajak. Pasalnya, pajak sangat penting untuk biaya pembangunan daerah.

Ia juga mendorong agar pemasangan tapping box bisa dilakukan di semua tempat perhotelan atau penginapan yang ada di Kota Batu secepatnya. Dipaparkannya, potensi wisata yang ada di Kota Batu telah menarik minat banyak orang menyediakan jasa penginapan.

“Pandemi Covid-19 saat ini memang sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan dan juga okupansi hotel tapi keadaan seperti saat ini tidak boleh membuat Pemkot Batu lemah. Sebaliknya harus lebih jeli lagi agar tidak terjadi kebocoran pajak,” tegas Syaifudin.

Jangan sampai potensi yang ada di Kota Batu dari sektor pariwisata hilang begitu saja. Syaifudin juga mengatakan kalau pajak hotel dan penginapan telah ditentukan dan jadi pemasukan tertinggi untuk PAD Kota Batu setiap tahunnya.

Menurutnya, tak ada alasan bagi pelaku hotel untuk untuk tidak taat pajak di tengah pandemi Covid-19. Mengingat selama pandemi Pemerintah Pusat telah memberikan bantuan hibah kepada hotel dan resto di Kota Batu sebanyak Rp 7,6 miliar kepada 50 hotel dan 24 resto yang taat pajak.

Berita terkait Kota Batu

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved