Breaking News:

Korupsi di SMK Negeri 10 , Kejari Kota Malang Tetapkan Kepala Sekolah DL Sebagai Tersangka

Kepala sekolah SMKN 10 Kota Malang berinisial DL (54) ditetapkan sebagai tersangka untuk dugaan korupsi dana BABUN untuk bantuan renovasi sekolah 2019

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
TribunJatim/Kukuh Kurniawan
Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Dino Kriesmiardi saat menunjukkan surat perintah penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada SMK Negeri 10 Kota Malang, Selasa (25/5/2021). 

Penulis : Kukuh Kurniawan , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang telah menetapkan kepala sekolah SMK Negeri 10 Kota Malang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Kepala sekolah SMKN 10 Kota Malang berinisial DL (54) ditetapkan sebagai tersangka untuk dugaan korupsi dana bantuan renovasi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (Babun) Tahun 2019.

Bukan satu kasus itu saja, Kejari Kota Malang juga masih mendalami dugaan kasus lainnya seperti Pengelolaan Dana BOS, Dana BPOPP Tahun 2019-2020, dan penarikan seragam siswa u ntuk tersangka yang sama, kepala sekolah.

Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Dino Kriesmiardi menyatakan Kejari telah mengeluarkan surat perintah penyidikan.

Surat perintah itu dikeluarkan, terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada SMK Negeri 10 Kota Malang, di Jalan Raya Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

"Kami, sebagai tim penyidik tindak pidana khusus Kejari Kota Malang telah mengeluarkan surat perintah penyidikan dengan nomor surat 1014/M.5.11/FD.1052021 tertanggal 17 Mei 2021. Yaitu, terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada SMK Negeri 10 Kota Malang, dalam pelaksanaan dana bantuan Direktorat Pembinaan SMK untuk SMK yang direnovasi atau direvitalisasi tambahan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (Babun) Tahun 2019," ujar Dino kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM), Selasa (25/5/2021).

Ia menjelaskan, kasus itu bermula dari adanya pengaduan masyarakat pada akhir tahun 2020.

Dari pengaduan tersebut, akhirnya Kejari Kota Malang melakukan penyelidikan.

"Jadi, Dana Babun anggaran Tahun 2019 sebesar Rp 1,9 miliar itu digunakan untuk proyek pembangunan ruang kelas. Ada dua ruang kelas yang dibangun, yaitu di lantai bawah untuk ruang lab teknik pengelasan, sedangkan ruang kelas di lantai atas untuk ruang lab komputer," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved