Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Kejari Geledah SMKN 10 Kota Malang

Kejari Kota Malang geledah SMKN 10 Kota Malang, yang terletak di Jalan Raya Tlogowaru, Kedungkandang

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: isy
Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang saat melaksanakan penggeledahan di ruang kepala SMKN 10 Kota Malang, Kamis (27/5/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang geledah SMKN 10 Kota Malang, yang terletak di Jalan Raya Tlogowaru, Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (27/5/2021) sore.

Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan, atas kasus dugaan korupsi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) Tahun 2019 dan Dana Operasional pada tahun 2019-2020.

Namun sebelum melaksanakan penggeledahan, Kejari Kota Malang terlebih dahulu melakukan pemeriksaan saksi.

Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Dino Kriesmiardi mengatakan, ada lima orang saksi yang diperiksa.

"Jadi, pada pagi harinya sekitar jam 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, kami melakukan pemeriksaan saksi di kantor Kejari Kota Malang. Ada lima orang saksi yang diperiksa, dan semuanya dari pihak internal sekolah SMKN 10 Kota Malang. Jabatan saksi yang diperiksa adalah, bendahara, bendahara BA BUN, kepala tukang, tim teknis, dan ketua komite," ujarnya kepada TribunJatim.com (grup SURYAMALANG.COM).

Usai melakukan pemeriksaan saksi, sebanyak 15 orang dari tim penyidik Kejari Kota Malang mendatangi SMKN 10 Kota Malang pada pukul 14.38 WIB, untuk melaksanakan penggeledahan.

Kasi Intel Kejari Kota Malang, Yusuf Hadiyanto menjelaskan, penggeledahan dilakukan untuk mencari beberapa alat bukti yang belum didapatkan.

"Penggeledahan ini, merupakan salah satu proses penyidikan untuk mencari alat-alat bukti atau dokumen yang diperlukan, yang belum kami terima untuk melengkapi pembuktian dalam penyidikan kasus ini. Dan alhamdulillah, ada beberapa dokumen yang sudah kami dapatkan," jelasnya.

Yusuf menerangkan, ada tiga ruangan sekolah yang digeledah. Yaitu ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, dan ruang wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana (Waka Sarpras).

"Selama penggeledahan, kami didampingi oleh saksi dari pihak sekolah. Sehingga, kami mendapatkan beberapa dokumen yang dibutuhkan," tambahnya.

Dari pantauan TribunJatim.com di lokasi, cukup banyak dokumen yang diamankan oleh pihak Kejari Kota Malang. Selain dokumen, Kejari Kota Malang juga mengamankan satu unit monitor komputer.

Terlihat, beberapa dokumen yang diamankan itu bertuliskan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan BPOPP (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan).

"Dokumen-dokumen yang kami amankan, memang cukup banyak. Ada dokumen dan juga komputer. Jumlahnya belum bisa kami pastikan, tapi cukup banyak. Itu semua akan kami bawa ke kantor Kejari Kota Malang, untuk kami periksa dan kami pilah. Kira-kira, mana yang relevansi dengan pembuktian saat kami lakukan penuntutan di persidangan nanti," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved