Breaking News:

Nasional

China Berkomitmen Bantu Proses Pengangkatan KRI Nanggala-402 yang Tenggelam di Perairan Utara Bali

China Berkomitmen Bantu Proses Pengangkatan KRI Nanggala-402 yang Tenggelam di Perairan Utara Bali

Editor: Eko Darmoko
KOMPAS.com CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO
Foto dokumentasi Kapal selam KRI Nanggala-402 di dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten. 

SURYAMALANG.COM - Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali, April 2021 lalu, menarik perhatian China yang berkomitmen untuk melakukan evakuasi atau mengangkatnya ke daratan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Juru bicara Kementerian Pertahanan China Tan Kefei dalam konferensi pers Kamis (27/5/2021).

Tan Kefei mengatakan, tim kapal China secara aktif membantu pengangkatan kapal selam Indonesia yang tenggelam, dan telah melakukan 18 operasi bawah air sejak tiba di perairan bali pada awal akhir April lalu.

China mengirim tiga kapal untuk membantu mengangkat sisa-sisa kapal selam KRI Nanggala-402, yang tenggelam di perairan Utara Bali pada 21 April, menewaskan semua awak di dalamnya.

Kompas.com mengabarkan, ketiga kapal China yang bertugas adalah Tan Suo 2, Nantua-195, dan Yongxungdao-863.

Kapal Tan Suo 2 dan Nantuo-195 memasuki perairan Indonesia pada 27 April, sementara Yongxungdao-863 menyusul pada 30 April.

Dilansir dari Xinhua, Tan menegaskan, melalui serangkaian operasi bawah laut, situasi kapal selam yang tenggelam pada dasarnya telah diidentifikasi.

"Beberapa benda telah diangkat oleh kapal-kapal China, yang semuanya telah dikembalikan ke pihak Indonesia," ungkap Tan.

Tan menyampaikan, China menganggap misi ini sebagai operasi penyelamatan kemanusiaan yang penting.

China berjanji akan melanjutkan upayanya untuk meningkatkan rasa saling percaya dan kerjasama dengan mitra regional.

Kapal bantuan dari China dikirimkan setelah kapal-kapal dari Australia, Malaysia, dan Singapura berhasil menemukan lokasi karamnya KRI Nanggala-402.

Sumber: KONTAN

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved