Breaking News:

Berita Mojokerto Hari Ini

Daftar SDN Kota Mojokerto yang Bakal Merger, 10 SDN Bakal Bergabung

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Majokerto akan melakukan menggabung (merger) lima SDN.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Zainuddin
indofamilyshop.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Majokerto akan melakukan menggabung (merger) lima SDN.

Penggabungan lima sekolah SD Negeri tersebut sebagai upaya menjadikan pengelolaan sekolah agar semakin efektif sekaligus efisiensi anggaran pendidikan.

Kepala Dikbud Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan pihaknya akan menghentikan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di lima SDN tersebut jika merger dapat berlaku tahun ini.

"Lima SDN tersebut adalah SDN Kauman, SDN Purwotengah, SDN Mentikan, SDN Balongsari Empunala, dan SDN Balongsari di Jalan Gajah Mada," kata Amin kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (28/5/2021).

Merger dilakukan karena lima SDN tersebut dinilai kurang efektif, misalnya tidak memenuhi kuota siswa dan keberadaannya di satu halaman dengan sekolah dasar lain.

"Ada SDN yang hany apunya 12 siswa. Padahal sesuai ketentuan, jumlah minimum peserta didik adalah 20 siswa dan paling banyak 30 siswa dalam satu kelas," bebernya.

Dia yakin merger SDN ini dapat berdampak baik terhadap biaya operasional dalam pengelolaan dan menghemat anggaran pendidikan.

"Dapat menghemat anggaran karena tunjangan kepala sekolah sesuai Dapodik jumlahnya luar biasa," ucap Amin.

Pihaknya juga akan melakukan merger SDN di tahun 2022, yaitu SDN Blooto, SDN Meri, SDN Gedongan, SDN Wates dan SDN Pulorejo.

"Total jumlah SDN di Kota Mojokerto saat ini adalah sebanyak 52 sekolah. Jika dimerger lima SD tahun ini maka akan menjadi 47 sekolah. Jika dikurangi lagi lima SDN pada tahun depan, maka jumlahnya menjadi ideal yaitu berjumlah 42 SDN," bebernya.

Bila angka ideal sudah terpenuhi, pihaknya optimistis sekolah SD Negeri tidak akan kekurangan siswa.

Ini diperkuat dengan hasil analisa jumlah lulusan peserta didik TK setiap tahun di Kota Onde-Onde ini.

"Kami sudah minta Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai syarat untuk mendaftar PPDB SD sejak dua tahun lalu. KIA sudah diberikan sejak anak itu lahir, sehingga kami dapat memprediksi angka anak usia sekolah," terangnya.

Menurutnya, merger SDN ini akan berdampak pada pergeseran kepala sekolah pada Juli 2021.

"Ada lima jabatan kepala sekolah yang kosong, yaitu empat pensiun dan satu meninggal. Jadi, kekosongan ini akan dijabat kepala sekolah yang dimerger," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved