Breaking News:

Travelling

Keunikan Makam Peneleh Surabaya, Ada Klaster Sesuai Pangkat, Jabatan dan Keluarga

De Begraafplaats Soerabaia atau Makam Belanda Peneleh  Surabaya adalah komplek pemakaman kolonial Belanda

Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - De Begraafplaats Soerabaia atau Makam Belanda Peneleh  Surabaya adalah komplek pemakaman kolonial Belanda yang diresmikan pada 1 Desember 1847.

Makam seluas 6,4 hektar ini turut menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi pejabat Hindia Belanda.

“Makam ini bukti arkeologis tertua di Surabaya, terutama masa kolonial. Menurut catatan, ada 3.500 makam orang Belanda dan orang Asia,” kata Kuncarsono Prasetyo, pemerhati sejarah kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (30/5/2021).

Makam Peneleh memiliki sejumlah keunikan, seperti bentuk nisan.

Kuncar menyebut Makam Peneleh merupakan pemakaman modern dengan konsep data dan terbagi beberapa klaster yang dibagi menurut pangkat, jabatan dan keluarga.

Pembagian ini menandakan tingkat diskriminasi sosial yang tinggi pada jaman kolonial.

“Makam ini menarik karena menyimpan cerita dari orang-orang yang dimakamkan di sini,” ujarnya.

Ada makam milik Gubernur Jenderal Pieter Merkus dan Van Der Tuuk atau setingkat jabatan Presiden saat ini.

Juga ada makam Van Der Tuuk, ahli bahasa termuka.

"Van Der Tuuk yang merancang Bahasa Indonesia,” kata Kuncar.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved