Sosok

Potret Yustian Dwi Cahyo, Fokus di Peternakan

Yustian Dwi Cahyo SPt dari prodi Peternakan Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi lulusan terbaik pertama tingkat universitas.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
sylvianita widyawati/suryamalang.com
Yustian Dwi Cahyo SPt, wisudawan terbaik pertama Universitas Islam Malang (Unisma) program sarjana semester gasal 2020/2021, Kamis (3/6/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Yustian Dwi Cahyo SPt dari prodi Peternakan Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi lulusan terbaik pertama tingkat universitas.

Anak dari pasangan Ra'i dan Suriyanti ini meraih IPK 3,94.

Ia menyelesaikan kuliah selama tujuh semester dan akan diwisuda minggu ini.

"Sejak SMP saya sudah suka peternakan. Lalu saya di SMKN 1 Pujon mengambil Agribisnis Ternak dan meneruskan kuliah peternakan di Unisma," kata Yustian pada suryamalang.com, Kamis (3/6/2021).

Karena konsen di perternakan, orangtuanya menjadi bangga. 

Kini ia sudah bekerja di Koperasi SAE Pujon sebelum lulus.

"Saya tidak melamar. Tapi mendapat panggilan dari koperasi," jelas cowok asal Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Karena bercimpung sebagai peternak sapi perah, ide skripsinya juga didapat dari kasus di kecamatannya. Judul skripsinya adalah 'Kajian Kasus Retensi Placenta Akibat Infeksi dan Faktor Pakan Pada Sapi Perah'.

Hal ini terjadi karena sapi 'mager' atau malas gerak.

Sebab peternak selama ini memperlakukan sapi hanya di kandang saja.

Mulai makan minum dan memerah, sehingga banyak kasus pada sapi perah ada retensi plasenta, yaitu tertinggalnya placenta pada tubuh induk. Maka ia juga meneliti kajian pakannya. 

Jika pakan sapi perah entah kurang mikro dan makro mineralnya, maka berpengaruh pada retensi plasenta sapi induknya.

Pakan sapi berasal dari hijauan seperti rumput sebagai sumber serat dan konsentrat.

Menurut dia, peternak di Pujon memang jarang melepas liar sapinya.

Tujuannya bagus tapi membuat sapi kurang gerak. 

Penyebabnya bisa jadi khawatir hilang, takut sapinya makan tanaman yang beracun sehingga mati dan mengakibatkan kerugian peternak.

Maka solusinya adalah ada gerak pada sapi dengan membuat semi kandang.

Plus ditambah mineral makro dan mikro, harus optimal di manajemen pakan sejak sapi pedeht dan bunting.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved