Breaking News:

Berita Kediri Hari Ini

Kemenag Kabupaten Kediri Sebut Ada 1,321 CJH yang Batal Berangkat di 2021

Kemenag Kabupaten Kediri sebut ada 1.321 calon jamaah haji (CJH) yang tak jadi berangkat ke Baitullah tahun 2021.

Penulis: Farid Farid
Editor: isy
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Ilustrasi - Rombongan jemaah calon haji (CJH) Kota Kediri mengikuti pelepasan di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Senin (30/7/2018). 

Berita Kediri Hari Ini
Reporter: Farid Mukarrom
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | KEDIRI - Kemenag Kabupaten Kediri sebut ada 1.321 calon jamaah haji (CJH) yang tak jadi berangkat ke Baitullah tahun 2021.

Hal ini berdasarkan Keputusan menteri agama nomor 660 tahun 2021 tentang pembatalan pemberangkatan CJH

Humas Kemenag Kabupaten Kediri Paolo Xiemenes menjelaskan bahwa pembatalan keberangkatan ibadah haji tahun 2021 karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Haji 2021. Maka otomatis CJH Kabupaten Kediri tahun 2021 yang jumlahnya sebanyak 1.321 calon jamah juga batal berangkat," jelasnya Jumat (4/6/2021).

Masih kata Paolo dari 1321 calon jamaah haji yang batal berangkat tahun ini, mereka adalah para jamaah yang sudah melakukan pelunasan dan seharusnya diberangkatkan pada tahun 2020.

"Sesuai dengan edaran dari Kemenag, untuk kuota Haji tahun 2022 mendatang akan diisi oleh CJH tahun 2020 yang telah melakukan pelunasan. Jika Haji tahun 2022 ada pemberangkatan, maka sebanyak 1321 CJH tahun 2020 yang telah melakukan pelunasan ini yang akan diberangkatkan," tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menggelar konferensi pers terkait kepastian penjelasan kebijakan penyelenggaraan haji 1442 H/2021.

Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut menyatakan ibadah Haji 2021 resmi dibatalkan, dengan pertimbangan pandemi Covid-19 masih belum terkendali.

"Kami pemerintah melalui Kemenag, menerbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021, tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji 2021," ujarnya.

Selain itu, lanjut Menag, Pemerintah Arab Saudi belum membuka akses layanan ibadah haji 2021 dan Pemerintah Indonesia membutuhkan ketersediaan waktu yang cukup untuk menyiapkan pelayanan ibadah haji.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved