Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Survei Penjualan Eceran di Bulan Mei 2021 Tumbuh 69,10 Persen, Hasil Analisa Bank Indonesia Malang

Dari hasil survei yang dilakukan BI Malang itu, 36,7 responden memberikan alasan tumbuhnya omzet penjualan pada bulan Mei 2021

SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar H
Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Malang, Azka Subhan 

Penulis : M Rifky Edgar H , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Malang, memperkirakan penjualan pada bulan Mei 2021 tumbuh 69,10 persen.

Hal tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi omzet penjualan April 2021 sebesar yang hanya sebesar 35,53 persen.

Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Malang, Azka Subhan mengatakan, SPE merupakan salah satu survei yang digunakan sebagai indikator untuk mengetahui perkembangan kondisi ekonomi di wilayah kerja Bank Indonesia Malang.

Survei ini bertujuan untuk mengetahui sumber tekanan inflasi dari sisi permintaan dan memperoleh gambaran mengenai kecenderungan perkembangan penjualan eceran serta konsumsi masyarakat.

"Pada Mei 2021 memang SPE ini sedang tumbuh. Perkiraan omzetnya pun sebesar Rp 141 Miliar. Hal ini pun didominasi oleh kelompok kendaraan sebesar 48,84 persen, yang diikuti oleh kelompok bahan bakar kendaraan bermotor sebesar 18,27 persen, serta suku cadang dan aksesori sebesar 9,97 persen," ucapnya dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM, Sabtu (5/6/2021).

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20 Tahun 2021, pemerintah memangkas PPnBM mobil baru hingga akhir 2021 dengan tarif yang turun berjenjang selama tiga bulanan.

Pemerintah memangkas tarif PPnBM atas pembelian mobil baru dengan kriteria tertentu sebesar 100 persen. mulai 1 Maret hingga Mei 2021.

Dari hasil survei yang dilakukan BI Malang itu, 36,7 responden memberikan alasan tumbuhnya omzet penjualan pada bulan Mei 2021 akibat adanya momen bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Sedangkan 21,5 persen sisanya menganggap, peningkatan daya beli masyarakat menjadi penyebab naiknya omzet penjualan.

"Berbagai stimulus yang diberikan pemerintah dalam bentuk pencairan bantuan sosial hingga Tunjangan Hari Raya (THR) turut mendongkrak kenaikan omzet penjualan pada April 2021," ujar Azka.

Oleh karena itu, Azka mengatakan, bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah melalui TPID guna menjaga stabilitas kelompok komoditas.

"Jadi kondisi ini kembali mengalami penyesuaian pada bulan Mei 2021. Karena seiring dengan telah berlalunya momen HBKN Idul Fitri 1442H," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved