Breaking News:

Berita Bangkalan Hari Ini

Minta Guyonan Tidak Ada Covid-19 di Madura Dihapus, Kadinkes Jatim : Kita Dalam Kondisi SOS

Minta Guyonan Tidak Ada Covid-19 di Madura Dihapus, Kadinkes Jatim : Kita Dalam Kondisi SOS

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Febrianto
Pemerintah Kota Surabaya, bersama Satpol PP, Linmas, Polri, dan TNI, menggelar penyekatan di Jembatan Suramadu, Minggu sore (6/6/2021). 

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Jatim secara mendadak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dipimpin Komandan Korem 084/BJ Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo di Pendapa Agung, Kabupaten Bangkalan, Minggu (6/6/2021).

Brigjen Herman didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jatim Herlina Ferliana serta Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni. Turut menghadiri, Ketua DPRD Bangkalan, Muhammad Fahad, Komandan Kodim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo, serta Kapolres Bangkalan, AKBP Didik Hariyanto.

Gelar rakor secara mendadak tersebut tidak lepas dari lonjakan signifikan pasien positif terkonfirmasi di Kabupaten Bangkalan, khususnya di Kecamatan Arosbaya yang menjadi agenda utama pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Kadinkes Propinsi Jatim, Herlina Ferliana menegaskan, testing secara masif adalah salah satu jawabannya dan dimulai dari Kecamatan Arosbaya. Warga yang diketahui positif sebagai sumber penularan secepatnya dipisah dengan warga yang negatif. Dengan begitu, Satgas Penanganan Covid-19 Jatim akan bisa memutus rantai penularannya agar penularan tidak menyebar ke daerah lain.

Baca juga: Penyekatan Jembatan Suramadu, 50 Orang Positif Terpapar Virus Corona

“Kelihatannya kita harus berani tegas. Kemaren sempat dibuat guyonan bahwa di Madura tidak ada Covid-19. Ini harus kita hapus, ini dalam kondisi SOS (darurat). 5 M harus diperketat karena ini benar-benar mengkhawatirkan kita,” ungkap Herlina dalam paparannya.

Hadir pula dalam rakor tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan, Ir Taufan ZS, Kadinkes Kabupaten Bangkalan, Sudyo, Dirut RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Nunuk Kristiani, sejumlah kepada OPD di lingkungan Pemkab Bangkalan, dan seluruh camat se Kabupaten Bangkalan.

Herlina menjelaskan, testing secara masif juga dilakukan di pintu masuk Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Semua penumpang kendaraan dari arah Bangkalan akan dilakukan pemeriksaan rapid antigen.

“Ini dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran. Teman-teman harus menyiapkan mental yang mau ke Surabaya. Kalau sudah positif tidak akan pulang karena langsung dilakukan isolasi sambil dipastikan dengan pemeriksaan swab PCR,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan enam rumah sakit penyangga yang telah disepakati secara dadakan. Seperti Rumah Sakit (RS) Unair, RS Soetomo, RS Haji, RS Undaan, PHC, dan RS Al Irsyad.

“Kasusnya tidak sama dengan kasus sebelumya, tidak diawali dengan keluhan panas dan sesak. Kami mengkhawatirkan ini varian baru,” pungkasnya.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan sejauh ini telah menutup sementara Ruang IGD RSUD Syamrabu Bangkalan dan Puskesmas Arosbaya.

Bahkan, pelaksanaan percobaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang pendidikan di Kabupaten Bangkalan selama dua minggu ke depan terpaksa dihentikan untuk sementara.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved