Breaking News:

Berita Ponorogo Hari Ini

Bermula dari Cincin, Kini Pito Sulap Limbah Batok Kelapa Jadi Peralatan Rumah Tangga

Pito Cahyono (35) menyulap limbah batok kelapa menjadi peralatan rumah tangga dengan nilai seni dan nilai guna yang tinggi.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sofyan Arif Candra
Pito Cahyono (35) menyulap limbah batok kelapa menjadi peralatan rumah tangga dengan nilai seni dan nilai guna yang tinggi. 

Reporter: Sofyan Arif Candra

SURYAMALANG.COM, PONOROGO - Pito Cahyono (35) menyulap limbah batok kelapa menjadi peralatan rumah tangga dengan nilai seni dan nilai guna yang tinggi.

Pria asal Desa Carat, Kecamatan Kauman, Ponorogo ini mengubah batok kelapa menjadi gelas, mangkuk, tatakan atau lepek, sendok, pot tanaman, sampai lampion hias.

Pito mulai berkreasi dengan batok kelapa sejak tahun 2015.

"Awalnya dari keterbatasan dana dan modal lalu enggak ada kerjaan, akhirnya mencetuskan batok kelapa itu," kata Pito kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (6/6/2021).

Kreasi pertama yang dibuat Pito adalah emban atau cincin tempat batu akik.

"Saat itu batu akik sedang ramai-ramainya. Saya sudah punya batunya, tapi cincinnya belum punya," lanjutnya.

Karena mahal, akhirnya Pito punya inisiatif untuk membuat cincin sendiri.

Tak disangka, banyak orang yang melirik karya Pito.

Beberapa rekannya minta Pito untuk membuatkan cincin.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved