Breaking News:

Berita Ponorogo Hari Ini

Bermula dari Cincin, Kini Pito Sulap Limbah Batok Kelapa Jadi Peralatan Rumah Tangga

Pito Cahyono (35) menyulap limbah batok kelapa menjadi peralatan rumah tangga dengan nilai seni dan nilai guna yang tinggi.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sofyan Arif Candra
Pito Cahyono (35) menyulap limbah batok kelapa menjadi peralatan rumah tangga dengan nilai seni dan nilai guna yang tinggi. 

Namun, limbah batok kelapa di Jabung banyak yang pecah.

"Yang bisa diolah kan yang masih utuh. Jadi kelapa dibelah dua, tapi batoknya terbelah sempurna tanpa pecah," jelas Pito.

Karena sulitnya bahan, Pito tidak berani menerima pesanan terlalu banyak lantaran takut tidak bisa memenuhinya.

Pito menjual hasil kerajinan tangannya dengan harga yang relatif terjangkau.

Untuk cangkir lengkap dengan tutup, tatakan, dan sendok cuma dibanderol dengan harga Rp 35.000.

Lalu mangkuk Rp 10.000 sampai Rp 20.000 tergantung ukuran dan kerumitan motif.

Pot bunga seharga 20.000 sampai Rp 30.000.

Sedangkan lampion dijual dengan harga Rp 150.000.

"Pendapatan saya sekitar Rp 2 juta per bulan," lanjut Pito.

Saat ini Pito sedang mencoba memasarkan produknya ke Australia melalui bantuan tetangganya yang bekerja di negeri kangguru tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved