Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Kejari Kota Malang Tahan Kepala SMKN 10 Seusai Jalani Pemeriksaan

Kepala SMKN 10 Kota Malang ini ditahan petugas Kejari Kota Malang, lalu dibawa ke Lapas Kelas I Malang sekitar pukul 14.31 WIB.

Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
Tersangka dugaan kasus korupsi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) Tahun 2019 dan kepala SMKN 10 Kota Malang, yaitu Dwidjo Lelono (54) (memakai rompi oranye) saat dibawa oleh petugas Kejaksaan Negeri Kota Malang menuju Lapas Kelas I Malang, Senin (7/6/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Tersangka dugaan kasus korupsi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) Tahun 2019, yaitu Dwidjo Lelono (54), ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Senin (7/6/2021).

Pria yang menjabat sebagai Kepala SMKN 10 Kota Malang ini ditahan petugas Kejari Kota Malang, lalu dibawa ke Lapas Kelas I Malang sekitar pukul 14.31 WIB.

Namun sebelum dibawa ke lapas, tersangka Dwidjo Lelono terlebih dahulu menjalani rapid test antigen.

Kepala Kejari Kota Malang, Andi Darmawangsa mengatakan pihaknya telah melakukan penahanan kepada Dwidjo Lelono, setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi BA BUN 2019.

"Hari ini agenda pemeriksaan tersangka. Setelah selesai pemeriksaan, tersangka kami lakukan penahanan. Status tersangka adalah seorang PNS, dan menjabat sebagai kepala SMKN 10 Kota Malang. Tersangka ditahan selama 20 hari ke depan, mulai hari ini hingga 26 Juni 2021," ujarnya kepada TribunJatim.com (grup SURYAMALANG.COM).

Dirinya menjelaskan, ada tiga hal yang membuat pihaknya melakukan penahanan kepada tersangka.

"Penyidik Kejari Kota Malang menganggap bahwa yang bersangkutan (tersangka) melarikan diri, tersangka merusak atau menghilangkan barang bukti, serta dikhawatirkan akan mengulangi perbuatannya," bebernya.

Tersangka Dwidjo Lelono dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun atau seumur hidup. Dan setelah melakukan penahanan tersangka, kami akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk tersangka juga kami periksa lagi," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini.

"Untuk tersangka baru, kemungkinan ada. Nanti kami lihat perkembangan penyidikan, karena biasanya perbuatan tindak pidana korupsi dilakukan lebih dari satu orang. Selain itu, tersangka ini merupakan kepala sekolah, dan di dalam juknis juga telah dijelaskan. Terhadap pelaksanaan penggunaan dana BA BUN ini, tanggung jawab penuh adalah kepala sekolah," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved