Berita Surabaya Hari Ini

Temuan Penyekatan Jembatan Suramadu, Pasien Covid-19 dari Bangkalan Tak Percaya Virus Corona Ada

Pasien positif Covid-19 dari Bangkalan yang terjaring di Jembatan Suramadu Surabaya mempunyai anggapan bahwa virus corona tidak ada.

Editor: isy
febrianto ramadani/suryamalang.com
Sejumlah pasien positif Covid-19 dari Bangkalan saat terjaring dalam penyekatan di Jembatan Suramadu tiba di RS Lapangan Indrapura Surabaya, Senin (7/6/2021). Mereka tak percaya virus corona ada. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Febrianto Ramadani
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, menemukan sejumlah hal unik terkait penyekatan di Jembatan Suramadu, yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya bersama jajaran TNI dan Polri, sejak Minggu (6/6/2021). 

Dalam konferensi pers Senin (7/6/2021), mulai kemarin sore, malam, hingga siang ini, sudah 13 orang dari hasil tracing di Jembatan Suramadu dikirim dan dirawat di RSAL dengan konfirmasi swab PCR Positif.

Dari jumlah itu, 10 orang di antaranya memiliki CT Value di bawah 25.

"Sehingga akan kami kirim untuk konfirmasi lebih lanjut ke ITD dan Balitbangkes, dugaan varian baru Covid 19. Siang ini masih ada daftar tunggu 10 orang lagi yang segera masuk. Jumlah itu akan terus bertambah," ujar Penanggung Jawab RSLI, Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara.

Nalendra menambahkan, setelah digali lebih lanjut oleh para tenaga medis, 13 pasien itu mengaku belum divaksin.

Mereka juga mempunyai anggapan bahwa virus corona atau Covid-19 tidak ada.

"Semua stakeholder harus bahu membahu mengatasinya. Edukasi harus tetap dijalankan. Kami minta peran kawan-kawan media turut serta membantu, memberikan informasi, dan edukasi bagi masyarakat dalam memahami dan menanggulangi Covid-19. Protokol kesehatan harus tetap dijalankan," ucapnya.

Meski pasien tersebut mengalami gejala ringan, Nalendra menerangkan penanganannya tetap dipisah agar kondisinya menjadi baik.

RSLI mewaspadai varian baru Covid-19, mengingat penyebarannya yang luas dan cepat.

"Penyebaran cepat dan luas salah satu tanda tanda varian baru. Sambil menunggu hasil dari ITD dan Balitbangkes. Kami tetap waspada," imbuhnya.

Mengenai kebijakan pemerintah membangun rumah sakit lapangan baru di BPWS, Nalendra dimintai tolong oleh pemerintah, untuk meminjam 50 bed ditaruh di tempat tersebut.

"Sebagai upaya melakukan swab antigen. Meskipun swab antigen positif tapi swab pcr negatif, harus isoman," tuturnya.

RSLI selalu siap siaga diberikan tugas oleh negara untuk melayani masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sesuai SOP yang ada, mereka yang bisa diterima di RSLI adalah yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 melalui tes swab PCR.

"Penangan kasus Bangkalan dan hasil tracing Penyekatan Suramadu akan selalu dikoordinasikan untuk hasil yang baik dan optimal, dengan mengedepankan kepentingan kesehatan masyarakat secara luas," ucapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved