Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Tim Gabungan Satops Patnal Temukan 15 Sajam di Kamar Hunian Warga Binaan Lapas Kelas I Malang

Kepala Lapas Kelas I Malang, Danang Yudiawan mengatakan kegiatan penggeledahan dan razia, dilakukan dengan menyasar ke blok hunian warga binaan.

Humas Lapas Kelas I Malang
Suasana penggeledahan di kamar hunian warga binaan Lapas Kelas I Malang, Senin (7/6/2021) malam. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wujudkan Zero Halinar (Handphone, Pungli, Narkoba), tim gabungan Satops Patnal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang lakukan penggeledahan kamar hunian warga binaan Lapas Kelas I Malang, Senin (7/6/2021) malam.

Kegiatan penggeledahan dilakukan mulai pukul 19.20 WIB hingga 21.40 WIB. Dalam melaksanakan penggeledahan, Satops Patnal Lapas Kelas I Malang berkolaborasi dengan BNN Kota Malang, Polresta Malang Kota, dan Kodim 0833 Kota Malang.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Danang Yudiawan mengatakan kegiatan penggeledahan dan razia, dilakukan dengan menyasar ke blok hunian warga binaan.

"Operasi gabungan penggeledahan kamar hunian ini, bertujuan untuk meminimalisir benda/barang-barang terlarang dan berbahaya di dalam lapas berupa ponsel, narkoba, dan senjata tajam," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (8/6/2021).

Ia menjelaskan, penggeledahan menyasar ke empat blok hunian warga binaan. Yaitu Blok Udayana I, Bukit Barisan I, Cendrawasih I dan Cendrawasih II.

"Dari penggeledahan sekitar dua jam lebih, kami temukan banyak barang terlarang dimiliki oleh warga binaan. Barang terlarang itu antara lain seperti HP, korek api, senjata tajam, dan sendok besi," terangnya.

Benda-benda terlarang yang berhasil diamankan dari penggeledahan tersebut, yaitu :

- 2 buah ponsel
- 1 buah kompor
- 15 buah sajam
- 25 buah sendok besi
- 12 buah korek api
- 2 buah gas portable
- 2 buah music box
- 4 set kartu remi
- 1 buah alat linting rokok

Dirinya mengungkapkan, barang- barang terlarang yang ditemukan dalam kegiatan penggeledahan tersebut akan dimusnahkan.

"Barang hasil razia dan penggeledahan ini akan kami data dulu. Setelah kami data, maka langsung kami musnahkan. Dan untuk warga binaan yang terbukti memiliki barang terlarang ini, maka kami berikan sanksi," jelasnya.

Setelah melaksanakan operasi di blok hunian, dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan tes urin.

"Kami laksanakan tes urin secara acak, kepada 25 pegawai Lapas Kelas I Malang dan 25 narapidana. Hasil tes urin seluruhnya dinyatakan negatif," tambahnya.

Dirinya juga menambahkan, pihaknya akan memperketat penjagaan dan pengawasan. Agar kejadian masuknya barang terlarang ke dalan lingkungan lapas, tidak terulang kembali.

"Kami perketat pengawasan, pemeriksaan dan pengamanan. Agar barang terlarang tidak kembali masuk ke lingkungan Lapas Kelas I Malang," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Eko Darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved