Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Koalisi Children Protection Malang Raya Minta Pemprov Jatim Hentikan PPDB di SPI

Koalisi Children Protection Malang Raya menyatakan keprihatinannya terhadap sejumlah kasus di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kota Batu.

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Koalisi Children Protection Malang Raya prihatin terhadap dugaan kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi tenaga kerja yang terjadi di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Koalisi Children Protection Malang Raya menyatakan keprihatinannya terhadap dugaan kasus kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi tenaga kerja yang terjadi di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kota Batu.

Gabungan organisasi masyarakat sipil itu pun meminta Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur agar menghentikan sementara proses penerimaan peserta didik baru di SPI tahun ajaran 2021-2022 sampai kasus ini berkekuatan hukum tetap. 

Mereka juga meminta Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Pemkot Batu bekerjasama memastikan siswa yang saat ini berada dalam lingkungan SPI tetap mendapatkan haknya belajar dan menuntut ilmu dengan aman tanpa rasa takut.

“Kami mendorong agar Pemerintah Kota Batu bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur menghentikan semua oprasional bisnis di dalam sekolah yang mempekerjakan siswa-siswi SPI."

"Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan organisasi masyarakat untuk membangun SOP pencegahan kekerasan di sekolah sebagai salah satu bentuk mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah manapun,” kata Salma Safitri, aktivis perempuan dan anak yang tergabung dalam Koalisi Children Protection Malang Raya.

Koalisi Children Protection Malang Raya mendorong polisi dapat mengusut kasus hingga tuntas.

Mereka mengaku prihatin atas dugaan kasus kekerasan fisik, psikis, seksual, dan eksploitasi tenaga kerja yang dilaporkan terjadi di SMA SPI Kota Batu

“Kami percaya terhadap laporan dugaan kasus tersebut yang telah disampaikan ke Polda Jawa Timur serta institusi lain yang sedang mendampingi para korban,” ujar Salma Safitri.

Perempuan asal Kota Batu itu menegaskan pihkanya mendukung upaya penyidikan atas laporan kasus tersebut yang saat ini sedang ditangani Polda Jatim.

Ia mempercayakan institusi penegak hukum bekerja jujur, seksama hingga tuntas dalam menegakkan keadilan dan hak-hak konstitusionsl bagi para korban. 

“Kami mendorong agar para korban dan keluarganya mendapat pendampingan psikologis dari psikolog klinis atau psikiater maupun dari lembaga yang kompeten termasuk LPSK untuk menguatkan mereka melewati masa masa sulit ini, serta mengatasi trauma atas apa yang dialami,” katanya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved