Breaking News:

Penanganan Covid

UPDATE Kasus Covid-19 Bangkalan : Gedung BPWS Dijadikan Rumah Sakit dan Tambahan Personel Nakes

Mekanisme penyekatan Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Kamal yang dimulai sejak Senin (7/6/2021), telah menjangkau 1.364 orang warga untuk menjalani tes

Editor: Dyan Rekohadi
TribunJatim/Luhur Pambudi
Petugas tenaga kesehatan (nakes) masih terus lakukan screening kesehatan; rapid test antigen, di posko kesehatan pintu gerbang sisi Surabaya, Jembatan Suramadu, Selasa (8/6/2021) malam. 

Penulis:  Luhur Pambudi , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM , SURABAYA - Update penanganan lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan Madura terus berjalan sembari tetap menjalankan screening dan penyekatan akses keluar masuk Bangkalan.

Penanganan permasalahan kapasitas rumah sakit yang penuh dan kurangnya tenaga kesehatan (Nakes) di Bangkalan juga akan diprioritaskan,

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menginstruksikan skema penanganan masalah utama itu dengan mengarahkan rujukan ke Surabaya dan mengirim tenaga bantuan Nakes.

Bahkan Gubernur Jatim telah meminta gedung atau eks-bangunan BPWS di kaki Jebatan Suramadu, sisi Bangkalan dijadikan Rumah Sakit sementara atau tempat karantina penanganan Covid-19.

Sementara untuk bantuan tenaga Nakes, Menteri Kesehatan telah meminta IDI dan pihak Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan di Surabaya untuk mengirim bantuan personel Nakes ke Fasyankes di Bangkalan.

Pengendara asal Bangkalan Madura yang terjaring penyekatan dan dilakukan swab test antigen di pintu keluar Jembatan Suramadu.
Pengendara asal Bangkalan Madura yang terjaring penyekatan dan dilakukan swab test antigen di pintu keluar Jembatan Suramadu. (SURYAMALANG.COM/Firman)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Samrabu), untuk melakukan mekanisme rujukan penanganan pasien ke RSU dr Soetomo, mengingat jarak Bangkalan ke Surabaya terbilang dekat.

Ia juga mengimbau pada fasyankes; RS yang telah mencapai Bed Occupancy Rate (BOR) 80% untuk segera merujuk ke RS lain yang menjadi penyangga layanan.

Istilahnya, merujuk, bukan menolak pasien.

RS Samrabu ditetapkan oleh Tim Satgas Covid-19 memiliki enam RS penyangga.

Dua RS diantaranya adalah RSU dr Soetomo dan RS Asrama Haji.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu tidak ingin RS Samrabu mengalami over capacity, oleh karena itu relaksasi kapasitas RS juga tetap diperhatikan.

"RSU dr Soetomo ini alatnya sangat lengkap, dokternya sangat komplit, BOR-nya sangat rendah. Sehingga dimungkinkan untuk bisa dijadikan rujukan utama," kata Mantan Menteri Sosial (Mensos-RI) itu.

Hingga saat ini, RS yang terkategori memiliki BOR rendah adalah Rumah Sakit Darat Lapangan (RSDL) di Indrapura Surabaya. 

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved