Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Disporapar Kota Malang Terus Genjot Promosi Wisata

Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir berdampak pada menurunnya sektor pariwisata di Kota Malang.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: isy
SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir berdampak pada menurunnya sektor pariwisata di Kota Malang.

Hal ini pun membuat Pemerintah Kota Malang membuat sejumlah kebijakan, guna membangkitkan kembali gairah wisata di Kota Malang.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Malang (Disporapar), Ida Ayu Made Wahyuni, upaya yang dilakukan Pemkot Malang ialah dengan membuat beragam promosi.

Promosi tersebut dilakukan baik secara online dan offline.

Untuk promosi online dilakukan melalui website Pemkot Malang dan di media sosial.

Sedangkan untuk promosi offline dilakukan di sejumlah Kampung Tematik yang ada di Kota Malang.

"Kita tak henti-hentinya terus melakukan upaya promosi ini. Seperti melakui educare dari Kementerian Parekraf. Jadi bagaimana kita memulihkan perekonomian agar ekonomi tetap jalan," katanya kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (10/6/2021).

Perempuan yang akrab disapa Dayu tersebut mengatakan, melalui pelantikan kepengurusan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Malang periode 2021-2024 sangat bisa membantu Pemkot Malang dalam menggairahkan wisata di Kota Malang.

Karena BPPD, memiliki tugas untuk melakukan promosi pariwisata dan dapat membuat kebijakan berkaitan dengan pariwisata.

"BPPD ini dapat menghadirkan wisatawan baik dari mancanegara dan dalam negeri. Karena tugasnya melakukan promosi pariwisata. Dia juga dapat membuat gagasan yang membantu pemerintah," ucapnya.

Meski telah melakukan berbagai macam upaya seperti promosi, Dayu mengatakan, bahwa pariwisata di Kota Malang masih terkendala adanya pandemi Covid-19.

Pandemi ini membuat beragam kegiatan pariwisata harus dibatasi.

Pembatasan itu pun juga harus diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Karena pandemi ini belum bisa lancar semuanya. Bahkan okupansi hotel pun masih di bawah 38 persen. Meski kami masih diuntungkan dengan kegiatan meeting di sejumlah hotel. Tapi apapun itu. Pariwisata kita harus tetap bangkit," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved