Breaking News:

Info Pendakian Gunung Semeru: Time Limit Booking Online dan 5 Penyebab Transaksi Pembayaran Gagal

Simak info pendakian Gunung Semeru: time limit booking online dan 5 penyebab transaksi pembayaran gagal

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Eko Darmoko
Canva.com
Gunung Semeru, Puncak Tertinggi Jawa: Info pendakian Gunung Semeru dan booking online 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut info pendakian Gunung Semeru tentang time limit yang perlu diperhatikan calon pendaki setelah melakukan booking online. 

Time limit atau batas waktu akan muncul setelah calon pendaki melakukan booking online Gunung Semeru di situs resmi TNBS. 

Diketahui, pendaftaran pendakian Gunung Semeru dilakukan online di bookingsemeru.bromotenggersemeru.org. 

Setelah membuka website tersebut, calon pendaki bisa langsung membuka menu "Booking Sekarang Juga" untuk kemudian melakukan booking. 

Setelah itu, calon pendaki akan diminta membaca SOP pendakian Semeru, lalu diarahkan untuk mengisi daftar check list yang muncul dan kemudian mengisi tanggal keberangkatan sesuai kuota yang tersedia. 

Selanjutnya, calon pendaki bisa mulai mengisi data ketua serta data anggota. 

Nah, setelah booking, ada time limit yang perlu diperhatikan calon pendaki sebagai batas akhir pembayaran. 

'Apabila tidak dilakukan pembayaran selama 5 jam dari waktu pendaftaran/booking maka akan tertolak atau hangus' seperti dikuti dari laman resmi TNBTS Rabu, (10/6/2021). 

Ilustrasi pendaki, sisa kuota pendakian Gunung Semeru sampai akhir Juni 2021
Ilustrasi pendaki, sisa kuota pendakian Gunung Semeru sampai akhir Juni 2021 (Canva.com)

Sedangkan untuk pembayaran, TNBTS menyediakan 6 akun bank yang bisa dipakai antara lain sebagai berikut:

1. Virtual Account BRI Syariah dengan ATM BRIS
2. Virtual Account melalui Mesin ATM Jaringan Prima/Bersama (Kartu ATM/Rekening Bank Lain)
3. Melalui Mobile Banking BRIS
4. Melalui Bank BRI
5. Melalui Bank Mandiri
6. Melalui Bank BCA

Lebih lanjut apabila ada masalah saat pembayaran seperti transaksi gagal, TNBTS juga memberi beberapa arahan.

Ada 5 kemungkinan yang umum terjadi apabila transaksi pembayaran gagal atau tidak berhasil seperti berikut ini:

1. User/pengunjung salah memasukkan No Virtual Account
2. User/pengunjung salah memasukkan Nominal (bisa terlalu besar atau terlalu kecil)
3. User/pengunjung salah dalam mengikuti alur pembayaran, baik melalui ATM, Internet/Mobile/SMS Banking
4. Waktu sesi habis
5. Jaringan Bank sedang bermasalah (bisa dari bank yang digunakan pengunjung atau bank tujuan).

Setelah melakukan pembayaran, ketua kelompok akan menerima sms dan email bukti pembayaran.

Jangan lupa, simpan sms pembayaran karena akan digunakan sebagai bukti pembayaran pada saat di lapangan

Terakhir, cek status booking. untuk pengecekan bisa melalui halaman website booking online (masukkan kode booking pada halaman pencarian di website booking online bromo https://bookingbromo.bromotenggersemeru.org)

Petugas akan melakukan pengecekan dengan scan qrcode sehingga status menjadi 'naik'

  • Aturan Ketat Berkunjung ke Bromo

Sementara, untuk wisata Pendakian Gunung Semeru dan Gunung Bromo telah dibuka perdana sejak Senin 24 Mei 2021 lalu. 

Sejumlah aturan dan ketentuan khusus wajib dipenuhi oleh wisatawan dan pendaki.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan BB-TNBTS Sarif Hidayat mengatakan, pembukaan tersebut dilakukan usai penutupan sementara pada masa libur Lebaran, dalam upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19 di tempat wisata.

"Kawasan wisata Bromo, dan pendakian Semeru kembali dibuka pada 24 Mei 2021," kata Sarif, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin mengutip Antaranews.com 'Kawasan Bromo-Semeru kembali dibuka untuk wisatawan mulai 24 Mei'.

Sarif menjelaskan, untuk para wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Bromo, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, mengingat saat ini di Indonesia masih terjadi pandemi penyakit akibat penyebaran virus corona.

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang menjadi salah satu tujuan perjalanan wisata Damri dari Kota Batu.
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang menjadi salah satu tujuan perjalanan wisata Damri dari Kota Batu. (benni indo/suryamalang.com)

Beberapa persyaratan tersebut di antaranya adalah, para wisatawan harus dalam keadaan sehat, dan menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter, atau hasil rapid test yang masih berlaku, dengan hasil negatif COVID-19.

Kemudian, usia pengunjung yang diperbolehkan adalah di bawah 60 tahun.

Untuk ibu hamil, jelas Sarif, saat ini masih belum diperbolehkan untuk memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Selain itu, persyaratan lainnya adalah para pengunjung wajib menjaga jarak, tidak berkerumun, dan mengenakan masker.

Kemudian, membawa cairan pembersih tangan atau sabun cair yang bisa dipergunakan untuk mencuci tangan di tempat-tempat yang disediakan.

"Bagi setiap individu atau kelompok, sebelum melakukan registrasi, wajib mencermati tata cara registrasi, dan berpedoman pada aturan yang sudah ditentukan," kata Sarif.

Penulis: Sarah Elnyora/ SURYAMALANG.COM

Ikuti berita info Pendakian Gunung Semerupendakian Gunung Semeru dan Gunung Bromo lainnya 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved